Matakasus.com, Koba – Guna menumbuhkan minat baca dan kemampuan menulis di kalangan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) mengadakan Sosialisasi Teknis Menulis dengan tema “Literasi Bikin Aku Tabole Bale”, bertempat di Gedung Perpustakaan Daerah Bangka Tengah, Selasa (04/11/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta dari kalangan guru, pelajar, dan komunitas literasi ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menggali potensi menulis sekaligus memperkuat budaya literasi di Bangka Tengah.

Sesi sosialisasi menghadirkan Toni Pratama, atau yang akrab dikenal sebagai Ko Toni, seorang penulis asal Kabupaten Bangka Selatan yang dikenal aktif menggerakkan dunia literasi di Bangka Belitung.
Dalam paparannya, Ko Toni mengajak peserta untuk menjadikan membaca dan menulis sebagai bagian dari gaya hidup intelektual.
“Jatuh cintalah pada buku dan bacalah sesuatu yang membuatmu berkembang, karena membaca adalah bentuk cinta kepada negeri,” tuturnya.
“Jika kamu ingin melihat dunia, maka bacalah. Namun jika ingin dilihat dunia, maka menulislah,” tambahnya memberi semangat.
Ia juga memaparkan teknik dasar dalam menulis cerita, terutama cerpen, mulai dari menentukan tema dan ide yang menarik, menyusun kerangka tulisan, hingga melakukan riset dan revisi naskah.
“Menulis itu proses. Temukan ide, tuangkan dalam kerangka, tulis sampai tuntas, lalu jangan malas merevisi,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dalam menghidupkan semangat literasi di masyarakat.
“Penulis adalah sosok penting karena dari merekalah kita bisa membuka jendela dunia. Kegiatan seperti ini menjadi langkah nyata Pemkab dalam mendukung tumbuhnya generasi yang gemar menulis dan membaca,” ujar Algafry.
Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Bangka Tengah akan terus memberi dukungan terhadap kegiatan literasi melalui berbagai lomba dan pelatihan kreatif.
“Saya ingin kegiatan seperti lomba menulis atau mendongeng digelar secara rutin, minimal setiap tiga bulan sekali, agar semangat literasi terus hidup di tengah masyarakat,” tegasnya.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bangka Tengah, Elly Irsah, menambahkan bahwa hasil karya para peserta nantinya akan dikompilasi menjadi sebuah buku.
“Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi bersama narasumber, dilanjutkan praktik menulis. Semua karya peserta akan kami cetak menjadi buku sebagai bentuk apresiasi dan bukti nyata geliat literasi di Bateng,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat semakin mencintai dunia literasi sekaligus turut berkontribusi dalam membangun peradaban yang lebih maju di Bangka Tengah. (MK/*)
Sumber: Diskominfo Bangka Tengah.













