DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Napak Tilas di Kupang, PT Timah Tbk Dukung Validasi Ilustrasi Wajah Depati Amir

KUPANG – Proses rekonstruksi ilustrasi wajah Pahlawan Nasional Depati Amir memasuki fase krusial melalui kegiatan penelusuran jejak sejarah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini melibatkan sejarawan Bangka Belitung Datuk Ahmad Elvian, perwakilan PT Timah Tbk, serta keluarga keturunan Depati Amir. Senin (20/4/2026).

Penelusuran dilakukan untuk memperkuat akurasi historis dengan menelusuri langsung lokasi-lokasi yang berkaitan dengan masa pengasingan Depati Amir. Rangkaian diawali dengan silaturahmi keluarga di Banten, kemudian dilanjutkan ke Kupang dengan agenda ziarah ke makam Depati Amir, Depati Bahren, dan Depati Hamzah.

Rombongan juga mengunjungi sejumlah titik bersejarah, seperti Masjid Al Baitul Qadim di Kelurahan Air Mata yang diyakini sebagai masjid pertama yang dibangun Depati Amir, rumah tinggalnya, tempat wudhu, penjara Kupang, hingga pelabuhan lama yang menjadi titik awal kedatangannya.

Kegiatan ditutup dengan musyawarah keluarga di Hotel Aston Kupang, Minggu (19/4/2026), yang dihadiri perwakilan keluarga, sejarawan, dan PT Timah Tbk. Forum tersebut menghasilkan persetujuan atas hasil rekonstruksi wajah Depati Amir yang disusun berdasarkan referensi historis, termasuk buku Schilderungen aus Ostindiens Archipel (1841) karya Franz Epp.

“Sebagai sejarawan, saya mengapresiasi komitmen PT TIMAH yang terus mendukung pelestarian sejarah. Setelah lebih dari tujuh tahun Depati Amir dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, kini dilakukan penguatan melalui rekonstruksi ilustrasi wajah yang telah mendapat persetujuan keluarga di Kupang,” ujar Datuk Ahmad Elvian.

Perwakilan keluarga, Dewi Sulita Bahren, mengaku terharu melihat hasil rekonstruksi yang dinilai lebih realistis.

“Terima kasih kepada PT TIMAH yang terus memberikan dukungan baik saat proses pengusulan Pahlawan Depati Amir maupun proses rekontruksi gambar Depati Amir. Kami terharu dan bangga betapa kakek moyang kami (Depati Amir) rela meninggalkan kenyamanan dan memilih untuk bergerilya di hutan melakukan perlawanan terhadap ketidak adilan penjajahan saat itu,” katanya.

Hal senada disampaikan Ustaz H. Zainal Abidin.

“Saya merinding pertama kali melihat hasil rekontruksi gambar Depati Amir. Sosoknya tergambar tegas, dengan tatapan tajam dan postur yang kuat. Ini mencerminkan semangat perjuangan beliau dalam melawan ketidakadilan,” katanya.

Sementara itu, Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, menyebut proses rekonstruksi dilakukan secara kolaboratif dengan sejarawan dan keluarga.

“Alhamdulillah, proses rekonstruksi berjalan lancar dan telah mendapatkan persetujuan dari keluarga serta sejarawan. Ini menjadi langkah penting untuk menghadirkan representasi visual Depati Amir sebagai Pahlawan Nasional, kebanggaan Bangka Belitung,” ujarnya. (MK/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.