DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Kolaborasi Penguatan Pemberdayaan, PT Timah Tbk Bahas Pembaruan RIPPM di Bangka

BANGKAPT Timah Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah operasional melalui pembaruan Rencana Induk Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM). Penyusunan dokumen ini dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar program yang dirancang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan kebijakan pembangunan daerah. Senin (4/5/2026)

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) konsultasi multipihak yang digelar di Gedung Cassiterite, Timah Learning Center, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Bangka, mulai dari Sekretaris Daerah, organisasi perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, akademisi, organisasi masyarakat, media, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Melalui forum ini, pembahasan difokuskan pada penyelarasan dokumen RIPPM dengan rencana pembangunan daerah, sehingga program pemberdayaan yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan. RIPPM PT Timah Tbk mencakup delapan pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, kelembagaan komunitas, serta infrastruktur. Dalam pembaruan kali ini, perhatian utama diarahkan pada sektor pendidikan, ekonomi, sosial budaya, lingkungan, dan infrastruktur.

Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk Anggi Budiman Siahaan menegaskan bahwa pembaruan RIPPM merupakan langkah strategis yang rutin dilakukan perusahaan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Penyusunan RIPPM ini menjadi bagian penting agar program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT TIMAH dapat selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah. Melalui FGD ini, kami ingin memastikan seluruh masukan dari para pemangku kepentingan dapat menjadi dasar dalam merumuskan program yang lebih relevan dan berdampak,” ujarnya.

Dalam diskusi, sejumlah isu strategis mengemuka, di antaranya pemerataan akses pendidikan, peningkatan kompetensi masyarakat di luar sektor tambang, pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, digitalisasi pemasaran, hingga penguatan sektor pariwisata. Selain itu, isu lingkungan seperti pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan revitalisasi lahan bekas tambang juga menjadi perhatian.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, Thony Marza, menilai forum ini sebagai langkah positif dalam mengintegrasikan program perusahaan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Sudah banyak program CSR maupun PPM PT TIMAH yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Bangka, mulai dari bidang pendidikan melalui beasiswa, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga pembinaan organisasi kemasyarakatan. Forum seperti ini penting agar ke depan program-program tersebut semakin terarah dan terintegrasi dalam perencanaan tahunan,” katanya.

Melalui penyusunan RIPPM yang inklusif dan partisipatif, PT Timah Tbk menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (MK/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.