DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Tugu Mihrab Jadi Ikon Desa Cupat, PT Timah Tbk Dukung Penataan Ruang Publik

MATAKASUS.COM, BANGKA BARAT — PT Timah Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sarana dan prasarana masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Kali ini, dukungan diberikan untuk pengembangan kawasan Tugu Mihrab di Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat. Rabu (12/8/2026).

Tugu yang sebelumnya dibangun dengan dukungan PT Timah Tbk tersebut kini kembali ditata melalui perbaikan bagian yang mengalami kerusakan serta pengembangan taman di kawasan sekitarnya. Penataan itu diharapkan tidak sekadar memperindah lingkungan, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang lebih fungsional bagi masyarakat.

Kepala Desa Cupat, Gegha Khris Kharishma, mengatakan pengembangan kawasan Tugu Mihrab merupakan upaya memperbaiki fasilitas sekaligus meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat.

“Awalnya tugu ini dibangun oleh PT Timah beberapa tahun lalu. Sekarang kami percantik lagi, termasuk memperbaiki bagian yang rusak dan menata kawasan di sekitarnya menjadi taman dengan dukungan PT Timah,” ujar Gegha.

Menurutnya, keberadaan taman juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Terlebih, lokasi tugu berada di kawasan jalan yang memiliki tikungan dan dinilai cukup rawan bagi pengguna jalan.

“Daerah ini rawan kecelakaan karena kondisi jalannya merupakan tikungan. Dengan adanya taman, kami berharap pengendara bisa lebih pelan ketika melintas sehingga kawasan ini juga menjadi lebih aman,” katanya.

Gegha menyebut Tugu Mihrab memiliki nilai historis bagi Desa Cupat. Bentuknya yang menyerupai mangkok keruk menjadi simbol yang merepresentasikan sejarah pertambangan timah di kawasan tersebut.

“Tugu Mihrab ini kami harapkan menjadi ikon Desa Cupat. Bentuknya juga menggambarkan mangkok keruk yang identik dengan sejarah pertambangan timah di daerah ini,” jelasnya.

Ke depan, pemerintah desa berencana mengembangkan kawasan tersebut agar lebih produktif, antara lain melalui pelibatan kelompok perempuan dalam pengelolaan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Gegha menilai penataan kawasan akan memberikan manfaat lebih luas dibandingkan jika tugu berdiri sendiri.

“Kami sangat terbantu karena kalau hanya tugu, pemanfaatannya tentu tidak terlalu produktif. Dengan adanya taman, ke depan kawasan ini bisa menjadi tempat wisata atau ruang berkumpul masyarakat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan PT Timah Tbk terhadap pengembangan fasilitas desa. Selain Tugu Mihrab, Kantor Desa Cupat memiliki nilai sejarah karena bangunan tersebut sebelumnya merupakan rumah sakit milik PT Timah.

“Kantor desa ini dulunya merupakan rumah sakit milik PT Timah. Sekarang bangunan tersebut kami optimalkan menjadi kantor desa dan fasilitas pelayanan bagi masyarakat,” kata Gegha.

Melalui penataan Tugu Mihrab, Desa Cupat berharap sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan PT Timah Tbk dapat terus diperkuat untuk menghadirkan fasilitas publik yang memiliki nilai sosial, historis, dan potensi wisata. (/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.