DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR
DESKRIPSI_GAMBAR

Panen Nanas Perdana Bina Tani Tailong Binaan PT Timah Tbk, Buktikan Potensi Pertanian Kundur Gerakkan Ekonomi

MATAKASUS.COM, KARIMUN — Hamparan kebun nanas di Desa Kundur, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mulai memperlihatkan hasil. Kelompok Tani Bina Tani Tailong, binaan PT Timah Tbk, sukses melaksanakan panen perdana setelah mengembangkan puluhan ribu tanaman nanas sejak 2025.

Panen yang berlangsung Senin (21/9/2026) tersebut mencakup sekitar 5.000 batang nanas. Capaian itu menjadi penanda berkembangnya budidaya nanas sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi bagi anggota kelompok dan masyarakat sekitar.

Ketua Kelompok Tani Bina Tani Tailong, Suparno, mengatakan panen tersebut menjadi bukti bahwa budidaya yang dirintis sejak 2025 mulai memberikan hasil nyata.

“Dari tahun 2025 kami mulai penanaman. Sekarang kami buktikan hasilnya. Alhamdulillah, hasil panen perdana cukup memuaskan,” ujar Suparno.

Kelompok yang beranggotakan 10 orang itu mengelola sekitar 50.000 batang nanas di lahan seluas kurang lebih lima hektare. Jenis nanas Morris dipilih karena dinilai sesuai dengan karakteristik lahan di Pulau Kundur. Pada panen perdana, sebagian besar buah memiliki bobot sekitar 1,4 hingga 1,5 kilogram, bahkan ada yang mencapai dua kilogram.

“Target dan panen memang dilakukan bertahap. Kemarin kami panen sekitar 5.000 batang yang buahnya muncul hampir serempak. Hasilnya alhamdulillah cukup memuaskan,” katanya.

Bina Tani Tailong telah menjadi mitra PT Timah Tbk sejak 2023. Dukungan awal berupa mini kultivator kemudian berlanjut pada 2025 melalui bantuan bibit nanas, pupuk, dan herbisida.

Hasil panen kini tidak hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar, tetapi juga mulai diolah menjadi dodol, wajik, dan selai nanas bersama Kelompok Wanita Tani (KWT). Sebagian hasil panen bahkan telah dipasarkan ke Batam dan mendapat respons positif.

Kelompok juga mengembangkan pemanfaatan limbah kulit nanas sebagai bahan pupuk cair melalui proses fermentasi.

“Harapan kami ke depan bukan hanya buahnya yang menghasilkan. Limbah kulit nanas juga sudah kami coba fermentasikan menjadi pupuk cair. Jadi semuanya bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Suparno berharap kolaborasi dengan PT Timah Tbk terus berlanjut untuk memperkuat sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.

“Kami tetap ingin berkolaborasi secara berkelanjutan. Apa pun bentuknya, yang penting bisa bermanfaat. Sektor pertanian cukup menjanjikan untuk mendukung ketahanan pangan daerah,” katanya. (/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.