DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR
DESKRIPSI_GAMBAR

Belajar Mengelola Lahan Pascatambang, Siswa SMK IT Jamalullail Eksplorasi Kampoeng Reklamasi Air Jangkang PT Timah Tbk

MATAKASUS.COM, BANGKA — Transformasi lahan pascatambang menjadi kawasan produktif membuka ruang pembelajaran yang lebih kontekstual bagi siswa SMK IT Jamalullail Belinyu. Melalui kunjungan industri tahunan, para siswa berkesempatan menyaksikan secara langsung pengelolaan lingkungan pascatambang di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang PT Timah Tbk, Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan praktik pengelolaan lingkungan di lapangan. Dalam kunjungan itu, peserta memperoleh pemaparan mengenai pemanfaatan lahan pascatambang, pengelolaan kualitas air kolong, penerapan teknologi bioflok, serta pengembangan perikanan dan pertanian terpadu yang dikelola melalui PT Timah Agro Manunggal (TAM).

Guru pendamping SMK IT Jamalullail Belinyu, Ella Anggraini, mengatakan kunjungan industri merupakan bagian dari agenda pembelajaran untuk memperluas pengalaman siswa di luar ruang kelas dan laboratorium.

“Setiap tahun kami mengadakan kunjungan industri agar siswa bisa melihat langsung dunia kerja. Materi yang disampaikan tim PT TAM juga sangat berkesinambungan dengan jurusan siswa. Melalui pemaparan dan peninjauan langsung di Air Jangkang, siswa bisa mendapatkan wawasan yang lebih luas dan memahami materi dengan lebih baik,” ujar Ella.

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pengetahuan praktis yang dapat dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, termasuk penerapan teknologi budidaya bioflok.

Sementara itu, Al Hikmah Solawatul, siswi kelas XII jurusan Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut (APPL), mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kunjungan tersebut.

“Perasaan saya sangat gembira karena bisa menambah wawasan dan ilmu baru. Menurut saya, pengelolaan air dan lingkungan di sini sangat bagus, mulai dari penstabilan pH hingga pertumbuhan biota yang seragam,” ungkapnya.

Ia juga tertarik dengan penerapan akuaponik dan hidroponik yang dinilai relevan untuk dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran.

Melalui kunjungan ini, siswa tidak hanya mengenal konsep reklamasi secara teoritis, tetapi juga menyaksikan bagaimana kawasan pascatambang dapat ditata menjadi ruang yang memiliki nilai ekologis, edukatif, dan produktif. (/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.