DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR
DESKRIPSI_GAMBAR

PT Timah Tbk dan HNSI Kolaborasi Tenggelamkan 81 Atraktor Cumi di Perairan Bangka, Dukung Nelayan dan Kelestarian Ekosistem

MATAKASUS.COM, BANGKA — Upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus memperkuat keberlanjutan mata pencaharian nelayan terus dikembangkan PT Timah Tbk melalui berbagai program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Bangka, PT Timah Tbk kembali menenggelamkan 81 atraktor cumi di perairan Pantai Tambak Udang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan momentum Hari Habitat Sedunia tersebut turut melibatkan pemerintah daerah dan nelayan setempat. Atraktor yang ditempatkan di dasar perairan diharapkan menjadi ruang berlindung sekaligus lokasi pemijahan cumi-cumi serta mendukung terbentuknya habitat biota laut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengapresiasi kolaborasi PT Timah Tbk dan HNSI dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

“Kami mengapresiasi kerja sama HNSI Bangka dan PT Timah, karena ini salah satu upaya daripada HNSI bagaimana nanti bisa memberikan kehidupan yang baik kepada habitat cumi dengan adanya pemasangan atraktor cumi,” ujar Boy Yandra.

Lurah Jelitik, Sri Juniarti, menilai keberadaan atraktor tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga berpotensi meringankan beban operasional nelayan.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, nelayan cumi kita enggak perlu jauh-jauh melaut, sehingga bisa menghemat biaya operasional dan ekosistem biota laut tetap terjaga,” ujarnya.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka, Lukman, menjelaskan atraktor buatan menjadi bagian dari strategi mendekatkan lokasi penangkapan ikan kepada nelayan. Sebelumnya, nelayan harus melaut hingga belasan mil untuk menemukan wilayah potensial.

“Memang secara alami ada, tetapi jangkauannya jauh. Kita coba membuat atraktor buatan supaya lebih dekat, sehingga mobilitas nelayan lebih singkat dan dapat menghemat BBM,” jelasnya.

Nelayan Pantai Tambak Udang, Ifandi, turut merasakan manfaat atraktor yang telah dipasang sebelumnya.

“Kalau bisa ditambah lagi agar lebih bagus dan bermanfaat. Banyak manfaatnya, alhamdulillah,” tuturnya.

Division Head Corporate Secretary PT Timah Tbk, Ruddy Nursalam, mengatakan penenggelaman atraktor merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus menopang keberlanjutan ekonomi masyarakat nelayan.

“Penenggelaman atraktor ini merupakan bagian dari upaya PT Timah untuk menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir. Kami berharap keberadaannya dapat mendukung habitat biota laut dan meningkatkan potensi sumber daya perikanan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan,” ujar Ruddy.

Program serupa sebelumnya telah dilaksanakan PT Timah Tbk di sejumlah wilayah operasional, termasuk Belitung. Perusahaan menilai pelestarian lingkungan pesisir membutuhkan sinergi antara perusahaan, pemerintah, nelayan, dan masyarakat agar manfaat ekologis dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. (/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.