DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Dapur Timah Gelap Digulung! Indikasi Keterlibatan Oknum Aparat Mulai Menguak

Bangka Selatan — Operasi senyap Satgas Tricakti kembali membongkar dugaan praktik peleburan sekaligus pencetakan timah ilegal di Desa Ranggung, Kecamatan Payung, dalam penyergapan yang berlangsung Minggu hingga Senin dini hari (5–6 April 2026).

Aksi ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas mencolok pada malam hari. Menindaklanjuti informasi tersebut, lima personel diterjunkan melakukan patroli dan menemukan indikasi kuat adanya proses pengolahan timah sekitar pukul 23.40 WIB. Setelah melakukan pemantauan intensif, tim gabungan langsung bergerak cepat menuju titik yang diduga menjadi lokasi operasi ilegal.

Namun, saat penyergapan dilakukan, lokasi justru sudah dalam kondisi sepi. Para pekerja diduga lebih dulu melarikan diri setelah mematikan genset, memunculkan dugaan kuat adanya kebocoran informasi sebelum aparat tiba di lokasi.

Meski demikian, petugas tetap mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan praktik ilegal tersebut. Di antaranya bangunan semi permanen, lima tungku pembakaran, mesin genset, blower, alat cetak, serta tujuh balok timah dengan berat sekitar 175 kilogram. Selain itu, dua unit kendaraan turut diamankan dari lokasi.

Di balik pengungkapan ini, muncul dugaan yang lebih serius. Sumber internal menyebut adanya indikasi keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tersebut. Informasi yang beredar mengarah pada dugaan keterkaitan dengan seorang oknum anggota kepolisian berinisial Bripka ER bersama rekannya berinisial A. Meski demikian, dugaan ini masih dalam tahap pendalaman dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

Satgas Tricakti menegaskan bahwa pengusutan tidak akan berhenti di lokasi kejadian. Penyelidikan akan terus dikembangkan untuk menelusuri rantai jaringan timah ilegal, mulai dari proses produksi hingga distribusi.

Sebagai catatan, praktik serupa sebelumnya juga pernah diungkap pada 2 Desember 2025. Saat itu, lokasi peleburan yang diduga berkaitan dengan oknum yang sama digerebek oleh Satgas Halilintar di Dusun Mudel, Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Fakta ini semakin memperkuat dugaan adanya jaringan terorganisir yang terus beroperasi meski telah berulang kali ditindak. (*)