Efrianda Pimpin Rapat Koordinasi PPED Bangka Tengah, Tegaskan Pentingnya Evaluasi dan Aksi Nyata

Oplus_131072

Matakasus.com, Koba – Dalam rangka menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 000.4.6/3764/SJ tanggal 11 Juli 2025 tentang Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PPED), Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) melalui Bappelitbangda menggelar Rapat Koordinasi Tim PPED di Ruang Rapat Besar Kantor Sekretariat Daerah, Selasa (04/11/2025).

Rakor yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, ini membahas langkah-langkah strategis dan peran lintas instansi dalam memperkuat koordinasi pelaksanaan program ekonomi daerah. Tujuannya, agar pertumbuhan ekonomi di Bangka Tengah dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Efrianda menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sembilan langkah konkret yang ditetapkan pemerintah pusat untuk mendorong percepatan ekonomi di daerah.

Sembilan langkah konkret tersebut meliputi:

1. Percepatan realisasi APBD;

2. Percepatan realisasi PMA dan PMDN;

3. Percepatan realisasi proyek infrastruktur pemerintah;

4. Pengendalian harga bahan pokok;

5. Pencegahan ekspor dan impor ilegal;

6. Perluasan kesempatan kerja;

7. Peningkatan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan;

8. Peningkatan output industri sesuai potensi lokal; dan

9. Kemudahan perizinan berusaha.

“Sembilan langkah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga bagian dari kerja bersama antara pemerintah provinsi, pusat, dan seluruh instansi vertikal. Semua pihak harus bergerak serentak agar hasilnya maksimal,” ujar Efrianda.

Ia menambahkan, pelaksanaan rapat koordinasi ini akan dilakukan secara berkelanjutan dengan evaluasi bulanan sebagai bentuk laporan kemajuan kepada Kemendagri.

“Monitoring dan evaluasi rutin diperlukan untuk memastikan setiap program berjalan efektif dan memberi dampak nyata terhadap target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dalam RPJMD serta arahan Presiden,” jelasnya.

Melalui forum Tim PPED, diharapkan muncul rumusan langkah strategis yang dapat mengatasi berbagai hambatan pembangunan, mulai dari aspek pembiayaan, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga regulasi.

Efrianda juga menyoroti pentingnya memaksimalkan potensi daerah sebagai motor penggerak ekonomi.

“Faktor seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, modal, teknologi, dan infrastruktur harus dikelola dengan baik. Kita ingin pertumbuhan ekonomi di Bangka Tengah lebih kuat, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan produktivitas sektor unggulan daerah,” katanya.

Wabup menekankan, pertumbuhan ekonomi yang kokoh menjadi pondasi penting dalam menekan angka kemiskinan dan memperluas kesejahteraan masyarakat.

“Tim PPED ini adalah wujud kolaborasi nyata untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah. Semoga upaya ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Bangka Tengah,” tutupnya.

Rakor tersebut juga diisi dengan penandatanganan kerja sama lintas sektor Tim PPED Bangka Tengah, serta pemaparan kondisi terkini perekonomian daerah dan progres implementasi sembilan langkah konkret oleh Plt. Kepala Bappelitbangda drg. M. Anas Ma’ruf, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Beny Okta Tutuarima, dan Perwakilan BPS Bangka Tengah Wiji Nugroho. (MK/*)