MATAKASUS.COM, PANGKALPINANG — Pasca serah terima pekerjaan, gedung penunjang layanan kesehatan di RSUD Depati Hamzah justru menampakkan kondisi yang memicu sorotan publik. Hasil pantauan lapangan menunjukkan retakan pada dinding, finishing cat yang tampak tidak merata, serta tekstur permukaan bangunan yang menimbulkan dugaan ketidaksesuaian dengan spesifikasi pekerjaan sebagaimana lazimnya proyek pemerintah. Jumat (27/2/2026).
Penampakan fisik tersebut mengundang pertanyaan serius mengenai mutu pelaksanaan. Dalam praktik konstruksi, kualitas dinding, plesteran, dan lapisan cat merupakan indikator penting kepatuhan terhadap spesifikasi teknis dan metode kerja. Retakan yang muncul setelah bangunan dinyatakan selesai menimbulkan dugaan bahwa persoalan tidak semata bersifat estetika, melainkan berpotensi terkait kualitas material atau tahapan pekerjaan yang tidak optimal.
Sorotan kian menguat lantaran upaya konfirmasi kepada Ari, selaku pelaksana pekerjaan (kontraktor), belum membuahkan hasil. Pertanyaan awak media terkait penyebab teknis retakan, mutu dinding, dan kesesuaian finishing cat dengan spesifikasi kontrak tidak mendapat jawaban hingga berita ini diturunkan. Sikap bungkam tersebut memantik spekulasi publik mengenai tanggung jawab pelaksana atas hasil akhir pekerjaan.
Proyek yang telah diserahterimakan semestinya melewati proses verifikasi menyeluruh sebelum dinyatakan rampung. Ketika anomali fisik justru muncul setelah serah terima, publik mempertanyakan mekanisme pemeriksaan akhir (final inspection) dan dasar penilaian kelayakan pekerjaan. Apakah hasil pekerjaan telah diuji secara teknis, atau sekadar dinyatakan selesai secara administratif?
Minimnya klarifikasi dari pihak pelaksana memperkuat dorongan agar dilakukan audit teknis independen untuk memastikan apakah kondisi tersebut tergolong cacat pekerjaan atau berada di luar toleransi yang dibenarkan. Dalam proyek publik, serah terima bukan penutup tanggung jawab. Ketika dinding dan cat bangunan menunjukkan kejanggalan, publik berhak menuntut kepastian bahwa uang negara dibelanjakan sesuai spesifikasi—bukan hanya selesai di atas dokumen.. (MK/*)













