Kolaborasi dan Sinergi BNNP Babel Bersama PWI, Karang Taruna, dan APDESI dalam Perang Melawan Narkoba

MATAKASUS.COM, PANGKALPINANG – Ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dinilai sudah berada pada kondisi yang mengkhawatirkan. Tidak hanya menyasar generasi muda, narkoba kini telah merambah hingga ke kalangan orang tua di wilayah pedesaan. Kondisi ini mendorong perlunya kolaborasi dan sinergi lintas lembaga dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba secara masif dan berkelanjutan. Kamis (26/2/2026).

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama yang digagas BNNP Kepulauan Bangka Belitung bersama PWI Babel, Karang Taruna Provinsi Babel, dan APDESI Babel

Ketua APDESI Babel, Munzilin, menegaskan bahwa peredaran narkoba di pedesaan sudah sangat parah. Ia mengungkapkan, pengguna narkoba bukan hanya anak-anak atau remaja, tetapi juga banyak berasal dari kalangan orang tua. “Modusnya kini semakin rapi dan sulit terdeteksi. Sistem transaksi dilakukan dengan cara cash on delivery (COD) melalui media sosial atau pesan WhatsApp, dengan metode transfer terlebih dahulu, lalu barang diambil di lokasi yang sudah diatur, seperti diletakkan di tempat-tempat tertentu,” ujarnya. Menurutnya, desa tidak boleh lagi dipandang sebagai wilayah aman dari ancaman narkoba.

Caption: Kepala BNNP Babel dan Ketua APDESI Babel (Munzilin) saat selesai penandatanganan MOU.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Bangka Belitung, M. Fathurrakhman yang akrab disapa Boy, menyatakan komitmen insan pers untuk terlibat aktif dalam pemberantasan narkoba. Ia menegaskan PWI siap bekerja sama dengan BNNP Babel melalui peran edukatif media, termasuk mendorong pelibatan dinas pendidikan. “Sosialisasi bahaya narkoba harus masuk ke sekolah-sekolah agar anak-anak mendapat pemahaman sejak dini,” tegasnya.

Caption: Kepala BNNP Babel dan Ketua PWI Babel (M.Fathurrakhman) beserta jajaran saat selesai penandatanganan MOU.

Ketua Karang Taruna Provinsi Bangka Belitung, Haidir Asnan atau Bob, menekankan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kekuatan Karang Taruna terletak pada sebaran anggota yang menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan. “Jumlah anggota Karang Taruna bahkan lebih banyak dibandingkan jumlah kepala desa di Babel. Ini menjadi modal sosial besar dalam menekan peredaran narkoba sampai ke akar rumput,” katanya.

Caption: Kepala BNNP Babel dan Ketua Karang Taruna Provinsi Babel (Haidir Asnan) saat selesai penandatanganan MOU.

Kepala BNNP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol. Eko Kristianto, S.I.K., M.Si., mengajak seluruh pihak yang hadir untuk memberikan dukungan nyata dalam upaya penanggulangan narkoba. Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. “Diperlukan sinergi dan peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Babel,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eko menekankan pentingnya langkah konkret berupa sosialisasi bahaya narkoba yang berkesinambungan hingga ke lapisan masyarakat terkecil, yakni keluarga. “Keluarga adalah benteng pertama. Jika keluarga kuat dan peduli, maka mata rantai peredaran narkoba dapat diputus sejak awal,” pungkasnya.

Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan menjadi tonggak penguatan gerakan bersama dalam melindungi masyarakat Bangka Belitung dari ancaman laten narkoba yang kian mengkhawatirkan. (MK/*)