BANGKA BARAT — Museum Timah Indonesia Mentok terus memperkuat perannya sebagai destinasi wisata edukasi sejarah yang diminati wisatawan, termasuk pengunjung mancanegara. Museum yang dikelola PT Timah Tbk ini kembali menerima kunjungan puluhan keluarga korban Perang Dunia II dari berbagai negara yang datang untuk menelusuri jejak sejarah leluhur mereka di Mentok, Selasa (17/2/2026).
Kedatangan para keluarga tersebut merupakan bagian dari agenda tahunan ziarah dan penghormatan kepada anggota keluarga mereka yang gugur di wilayah Mentok pada masa perang. Sebelum berkunjung ke museum, rombongan terlebih dahulu menggelar doa bersama di kawasan Pantai Raji dan Tanjung Kalian sebagai bentuk penghormatan dan refleksi sejarah.
Salah satu anggota keluarga korban Perang Dunia II, Rodney Pierce, mengungkapkan kesan positif selama berada di Mentok. Menurutnya, keramahan masyarakat setempat membuat kunjungan mereka terasa hangat dan berkesan.
“Masyarakat di Kota Mentok sangat bersahabat, ramah menyambut kami. Mereka melambaikan tangan dan tersenyum, membuat kami merasa nyaman selama berada di sini,” ujarnya.
Rodney juga memberikan apresiasi terhadap Museum Timah Indonesia Mentok yang dinilainya terawat dengan baik sebagai bangunan bersejarah. Ia menyebut museum ini memiliki peran penting dalam menjaga ingatan kolektif dan menyampaikan cerita masa lalu kepada generasi masa kini.
“Kota Mentok adalah kota tua, dan museum ini salah satu bangunan lama yang telah dipugar dengan baik. Saya bangga karena sejarah negeri dan keluarga kami yang gugur di sini diceritakan di museum. Ini menjadi sarana edukasi yang sangat baik bagi pengunjung,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Fakhriansah, menjelaskan bahwa kunjungan keluarga korban Perang Dunia II ke Mentok telah menjadi agenda rutin setiap tahun.
“Setiap tahun keluarga korban Perang Dunia II datang ke Mentok untuk melakukan ziarah dan berdoa bagi leluhur mereka yang gugur di sini. Museum Timah Indonesia menjadi salah satu destinasi utama karena memuat sejarah perang dunia yang terjadi di wilayah ini. Mereka merasa senang karena kisah tersebut tetap terjaga,” ujarnya.
Selain merekam perjalanan industri pertimahan, Museum Timah Indonesia Mentok juga mendokumentasikan berbagai peristiwa penting yang pernah terjadi di kawasan tersebut, menjadikannya ruang pembelajaran sejarah yang bernilai bagi pengunjung lokal maupun internasional. (MK/*)
Sumber: Humas PT Timah Tbk.













