DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Perkuat Ekonomi Rakyat, PT Timah Tbk Konsisten Dampingi UMKM Sejak Tahun 2000

Matakasus.com, Pangkalpinang — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Menyadari peran strategis tersebut, PT Timah Tbk terus menunjukkan komitmen jangka panjang dalam mendukung pertumbuhan dan kemandirian UMKM di berbagai wilayah operasional perusahaan. Jumat (19/12/2025).

Dukungan yang diberikan PT Timah Tbk tidak sebatas permodalan, tetapi dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Melalui Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK), perusahaan membuka akses pembiayaan bagi pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha secara sehat dan berkelanjutan. Sejak tahun 2000 hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 10.265 UMKM telah menerima manfaat program ini yang tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau, Jawa Barat, Banten, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain pendanaan, PT Timah Tbk juga aktif menggelar berbagai pelatihan dan pendampingan. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan keuangan, peningkatan mutu produk, teknik pengemasan, hingga strategi pemasaran, termasuk pemanfaatan platform digital. Upaya ini dilakukan agar pelaku UMKM mampu mengikuti dinamika pasar dan meningkatkan daya saing produk.

Perusahaan juga menyalurkan bantuan peralatan produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha. Pada tahun 2025, sebanyak 23 UMKM dari sektor kuliner, peternakan, kerajinan, dan bidang lainnya menerima bantuan alat produksi guna meningkatkan efisiensi, kualitas, serta kapasitas usaha.

Tak berhenti di situ, PT Timah Tbk turut memfasilitasi promosi produk UMKM binaan melalui keikutsertaan dalam pameran, bazar, dan berbagai kegiatan promosi di tingkat daerah maupun nasional. Langkah ini dinilai efektif dalam memperluas jangkauan pasar.

Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, menyampaikan bahwa program PUMK dirancang untuk memberikan dampak ekonomi nyata sekaligus mendorong tumbuhnya pelaku usaha lokal yang mandiri dan berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasional. (MK/*)