PANGKALPINANG — Upaya pemulihan ekosistem pesisir terus diperkuat melalui program reklamasi laut. PT Timah Tbk menjalankan serangkaian langkah lingkungan yang diarahkan untuk mengembalikan fungsi ekologis perairan sekaligus menjaga keberlanjutan wilayah pesisir di Kepulauan Bangka Belitung. Rabu (11/2/2026).
Salah satu intervensi kunci yang dilakukan adalah penenggelaman artificial reef. Struktur buatan ini dirancang sebagai habitat alternatif bagi biota laut—menjadi ruang berlindung, lokasi mencari pakan, hingga tempat berkembang biak—yang pada akhirnya membentuk sistem ekologi baru di dasar perairan.
Sepanjang 2025, PT Timah Tbk menurunkan 1.920 unit artificial reef di 11 titik perairan yang tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, dan Bangka Selatan. Lokasi tersebut meliputi Perairan Rambak, Rebo, Tuing, Pulau Lampu, Tanjung Melala, Malang Gantang, Tanjung Ular, Karang Aji, Pulau Pelepas, Pulau Panjang, serta Perairan Kubu. Bentuknya menyerupai kubah atau tudung saji.
Dosen Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung, Indra Ambalika Syari, menjelaskan bahwa kehadiran artificial reef telah memicu perubahan nyata.
Area yang semula didominasi hamparan pasir kini berkembang menjadi habitat baru yang ditempeli berbagai biota laut.
“Di lokasi artificial reef sudah banyak biota laut yang bermain, berkumpul, mencari makan, melakukan pemijahan (spawning), menempelkan telur, hingga proses pembesaran. Dari sisi ekologi, artificial reef ini memang ditujukan untuk membentuk habitat baru bagi biota laut di dasar perairan,” jelas Indra, Senin (10/2/2026).
Program ini juga mengusung pendekatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari pembuatan rangka, distribusi menggunakan perahu nelayan, hingga proses penenggelaman.
“Secara langsung program ini memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, habitat baru yang terbentuk juga menjadi fishing ground baru bagi nelayan,” ujarnya.
Hasil pemantauan menunjukkan biomassa ikan konsumsi melampaui 600 kilogram per hektare di lokasi artificial reef. Indra menilai program ini sebagai wujud tanggung jawab lingkungan PT Timah Tbk atas aktivitas tambang laut dan mendorong evaluasi berkelanjutan agar manfaatnya kian lestari.
“Program ini seharusnya menjadi pemantik dan role model bagi perusahaan-perusahaan lain, khususnya industri pertambangan timah, agar turut bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan laut,” katanya.
Melalui reklamasi laut, PT Timah Tbk menegaskan komitmen keberlanjutan yang diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi ekosistem dan masyarakat pesisir. (MK/*)
Sumber: Humas PT Timah Tbk.













