DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR
DESKRIPSI_GAMBAR

Sejarah Kepemimpinan Pangkalpinang Digali Kembali Melalui Lomba Menulis Biografi Wali Kota

MATAKASUS.COM, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang berupaya memperkaya dokumentasi sejarah daerah dengan menelusuri kembali perjalanan para tokoh yang pernah menduduki kursi kepemimpinan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Menulis Biografi Wali Kota yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang.

Pada tahap pertama, kegiatan ini berfokus pada delapan tokoh yang memimpin Pangkalpinang dalam rentang waktu 1956 hingga 1978. Program tersebut diharapkan menjadi langkah untuk menghimpun informasi sejarah yang selama ini masih terbatas dan belum tersusun secara menyeluruh.

Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Kota Pangkalpinang, Ratna Purnama Sari, menjelaskan bahwa pemilihan periode tersebut didasarkan pada minimnya informasi yang tersedia mengenai sejumlah pemimpin daerah pada masa itu.

Delapan tokoh yang menjadi objek penulisan meliputi Raden Supardi Suwarjo, Raden Abdullah, Ahmad Basirun, Raden Hundani, Rustam Effendi, H. Masdan, M. Saleh Zainuddin, dan Roesli Romli.

Menurut Ratna, penyusunan biografi melalui kompetisi ini tidak hanya menjadi kegiatan literasi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam pelestarian sejarah lokal. Tantangannya, peserta harus menelusuri berbagai sumber karena arsip dan dokumentasi dari masa lampau tidak seluruhnya mudah ditemukan.

Melalui tema “Menelusuri Sejarah Kepemimpinan Wali Kota Pangkalpinang dari Masa ke Masa”, peserta diminta menyusun kisah kehidupan tokoh secara komprehensif. Penulisan mencakup latar belakang keluarga, masa kecil, pendidikan, perjalanan sebelum menjabat, dinamika selama memimpin, sosok yang memengaruhi perjalanan hidupnya, karakter pribadi, hingga kehidupan setelah mengakhiri masa jabatan.

Peserta juga diwajibkan melakukan wawancara dengan narasumber yang memiliki pengetahuan mengenai tokoh yang diangkat. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya tulisan dengan kesaksian dan informasi yang mendukung penelusuran sejarah.

Ratna menegaskan, karya yang dihasilkan diharapkan tidak hanya berakhir sebagai materi perlombaan. Naskah yang memenuhi kriteria dan dinilai layak berpeluang menjadi bahan dokumentasi sejarah, sumber literasi, serta media pembelajaran karakter di lingkungan pendidikan.

Program ini direncanakan berlangsung secara bertahap. Setelah mengangkat periode 1956–1978, kegiatan serupa akan diteruskan dengan menelusuri periode kepemimpinan berikutnya.

Dari sisi teknis, naskah harus disusun sekurang-kurangnya 50 halaman pada kertas A4 dengan jenis huruf Arial ukuran 12. Bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi ketentuan dalam penulisan. Peserta dapat memanfaatkan wawancara, pemberitaan media massa, kliping, serta dokumen resmi negara sebagai sumber referensi. Panitia juga melarang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penyusunan naskah.

Kompetisi ini terbuka bagi masyarakat umum, kalangan akademisi, dan pegiat sejarah yang membentuk kelompok dengan jumlah anggota minimal empat orang. Naskah dikirimkan dalam format digital melalui Google Drive.

Pendaftaran dan seleksi berlangsung hingga 13 Oktober 2026. Adapun pengumuman pemenang dijadwalkan pada 17 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB di panggung Taman Wilhelmina Park. Para pemenang akan memperoleh hadiah uang tunai, piala, dan sertifikat.

Penilaian karya dipercayakan kepada tiga juri, yakni sejarawan dan budayawan Bangka Belitung Dato’ Akhmad Elvian, DPMP., E.C.H., praktisi sastra sekaligus pelestari tradisi lisan Babel Ichsan Mokoginta, serta sastrawan Bangka Belitung Hazirianjaya yang dikenal dengan nama Ian Sancin.

Ratna mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk ikut berperan dalam mengungkap dan merawat jejak sejarah kepemimpinan Pangkalpinang. Menurutnya, pengetahuan tentang perjalanan para pemimpin terdahulu merupakan bagian penting dari warisan daerah yang perlu diteruskan kepada generasi mendatang.

Ia berharap, melalui lomba ini, dokumentasi sejarah kepemimpinan Pangkalpinang semakin lengkap sehingga dapat menjadi sumber pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat dan generasi penerus. (/*)