Selain Artificial Reef, PT Timah Perkuat Ekosistem Laut Lewat Atraktor Cumi

Matakasus.com, Belitung — Komitmen PT Timah Tbk dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus mendorong kesejahteraan nelayan terus diwujudkan melalui beragam program lingkungan di wilayah operasional perusahaan. Tidak hanya fokus pada rehabilitasi terumbu melalui penenggelaman artificial reef, perusahaan juga merealisasikan program penenggelaman atraktor cumi pada tahun 2025. Senin (23/2/2026).

Sebanyak 36 unit atraktor cumi diturunkan di perairan Buku Limau, Kabupaten Belitung Timur. Fasilitas ini dirancang sebagai media tempat menempelkan telur cumi-cumi, sehingga mampu mendukung proses reproduksi dan meningkatkan populasi secara alami. Dengan demikian, ketersediaan sumber daya cumi di perairan setempat diharapkan terjaga secara berkelanjutan.

Cumi-cumi diketahui sebagai salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi. Kehadiran atraktor ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan hasil tangkapan nelayan serta menambah penghasilan masyarakat pesisir. Selain itu, jarak lokasi atraktor yang relatif dekat dari garis pantai membuat aktivitas penangkapan menjadi lebih efisien.

Ketua Kelompok Nelayan Pesisir Pulau Buku Limau, Amirudin, menyampaikan bahwa program tersebut sangat membantu nelayan. Selama ini, untuk memperoleh cumi, nelayan harus melaut cukup jauh. Dengan adanya atraktor cumi yang ditempatkan sekitar satu mil dari pantai, nelayan tidak lagi menempuh jarak jauh untuk menangkap cumi.

Ia juga menambahkan, jarak yang lebih dekat berdampak pada penghematan bahan bakar. Biaya operasional melaut dapat ditekan, terutama di tengah harga BBM yang terus meningkat. Di sisi lain, keberadaan atraktor tidak hanya berfungsi sebagai titik tangkap, tetapi juga sebagai sarana menjaga kesinambungan sumber daya laut.

Melalui kolaborasi bersama kelompok nelayan dan pemangku kepentingan setempat, PT Timah Tbk menegaskan penerapan prinsip pertambangan berkelanjutan yang selaras dengan pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir. (MK/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.