Matakasus.com, Pangkalpinang – Temuan lapangan pada ruas jalan nasional di wilayah Kota Pangkalpinang kembali menimbulkan tanda tanya besar terkait kualitas pekerjaan pemeliharaan rutin berupa road patching. Sejumlah titik tambalan terlihat sudah berubah warna, bertekstur kasar tidak merata, bahkan membentuk garis sambungan yang jelas, mengindikasikan proses pengerjaan yang patut diduga tidak sesuai standar teknis. Rabu (18/2/2026).

Lebih memprihatinkan, road stud atau mata kucing jalan yang seharusnya berfungsi sebagai alat keselamatan pemantul cahaya pada malam hari, terpantau tidak berfungsi optimal. Saat malam atau kondisi hujan, road stud tersebut tidak memantulkan cahaya sebagaimana mestinya, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua dan kendaraan jarak jauh.
Padahal secara teknis, pekerjaan road patching memiliki tujuan utama untuk memperbaiki kerusakan jalan seperti retak dan lubang agar aman dilalui serta memperpanjang umur layanan perkerasan. Proses standar menuntut pembersihan material lama, pengisian bahan penambal—baik menggunakan hot mix yang lebih tahan lama maupun cold mix untuk perbaikan cepat—serta pemadatan yang memadai menggunakan alat mekanis atau manual.
Namun dari visual lapangan, kualitas pemadatan dipertanyakan. Tambalan tampak tidak menyatu dengan lapisan lama, memunculkan perbedaan tekstur dan potensi terkelupas dalam waktu singkat. Bahkan teknologi penyegelan modern yang lazim digunakan untuk menjaga ketahanan terhadap air dan cuaca ekstrem tidak tampak diterapkan secara maksimal.
Ironisnya, di lokasi pekerjaan tidak ditemukan papan informasi proyek. Tidak ada keterangan nilai anggaran, sumber pendanaan, metode kerja, maupun pelaksana kegiatan. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya pekerjaan swakelola yang minim transparansi, bahkan berpotensi mengarah pada proyek siluman.
Tanggung jawab atas mutu pekerjaan ini sepenuhnya berada di pundak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Publik berhak mempertanyakan: apakah pekerjaan ini telah melalui pengawasan teknis yang memadai, uji mutu material, serta serah terima sesuai spesifikasi? Jika kualitas jalan nasional dikerjakan setengah hati, maka keselamatan publiklah yang dipertaruhkan. (MK/*)













