DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Duo Ayu Sehati: Mitra Binaan PT Timah Tbk yang Kini Melaju ke Pasar Global

Matakasus.com, Pangkalpinang — Henry, pelaku UMKM camilan khas Bangka Belitung, kini menikmati lonjakan kemajuan usahanya setelah bergabung sebagai mitra binaan PT Timah Tbk. Dari usaha kecil di rumah kontrakan yang ia rintis pada 2017, produksi Duo Ayu Sehati kini menjelma menjadi industri rumahan berskala besar yang mampu memproduksi lebih dari satu ton getas setiap hari. Jumat (12/12/2025).

Henry mengenang fase awal yang tidak mudah. Mulai dari formula resep yang belum stabil, barang retur yang menumpuk, hingga upayanya berpindah-pindah mencari referensi dan belajar dari pabrik camilan lain demi mendapatkan kualitas terbaik.

“Satu tahun pertama itu masa paling berat. Resep sering berubah, banyak toko mengembalikan barang. Tapi kami tidak menyerah, terus belajar dan memperbaiki kualitas,” ujar Henry.

Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Kini, Duo Ayu Sehati mampu memproduksi 1,2 ton getas, 500 kilogram kericu, 600 kilogram kemplang, serta 500 kilogram bakso ikan dan sapi setiap harinya. Pasarnya meluas, tidak hanya di Bangka Belitung dan Jakarta, tetapi juga mulai menjangkau pembeli dari luar negeri.

“Baru-baru ini kami mengirim sekitar dua ratus kilogram pesanan ke Australia. Responsnya positif, dan ini jadi pintu awal untuk pasar ekspor,” jelasnya.

Henry menegaskan bahwa kemajuan usahanya tidak terlepas dari manfaat Program Kemitraan PT Timah Tbk. Bantuan permodalan yang diterimanya memungkinkan penambahan mesin produksi yang langsung meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja.

“Sejak menjadi mitra PT Timah, kami bisa menambah peralatan. Kuali yang awalnya dua kini jadi empat. Dampaknya sangat terasa, produksi naik hampir dua kali lipat,” katanya.

Dengan dukungan tersebut, Duo Ayu Sehati mampu menjaga mutu produk, memperluas jaringan distribusi, dan meningkatkan daya saing. Bahan baku yang berasal dari nelayan lokal serta penggunaan sagu rumbia berkualitas menjadikan produk mereka tetap diminati konsumen.

Selain getas, kericu, dan kemplang, Henry juga mengembangkan produk turunan lain seperti bakso ikan, bakso sapi, dan ebi bubuk yang banyak dipesan oleh konsumen dari Jakarta.

Untuk mengimbangi permintaan yang terus meningkat, Henry tengah menyiapkan inovasi baru berupa produk ikan giling yang ditujukan bagi pelaku kuliner dan rumah tangga. Ia juga berencana memperluas pabrik guna menambah kapasitas produksi.

Henry menyampaikan apresiasi kepada PT Timah Tbk atas dukungan yang ia rasa sangat membantu UMKM seperti dirinya untuk terus tumbuh.

“Terima kasih untuk PT Timah yang sudah mendukung usaha kami. Semoga kerja sama ini berlanjut dan makin banyak UMKM di Bangka yang ikut terbantu,” ucapnya.

Kisah Henry menjadi bukti bahwa pendampingan dan permodalan yang tepat mampu mengangkat UMKM lokal menuju level yang lebih kompetitif, bahkan hingga ke pasar internasional. (MK/*)