DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Perkuat Ekonomi Daerah, PT Timah Tbk Gelar Serangkaian Pelatihan 142 UMKM Mitra Sepanjang 2025 

PANGKALPINANG — Upaya penguatan ekonomi lokal terus dilakukan PT Timah Tbk melalui program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sepanjang tahun 2025, perusahaan melaksanakan berbagai kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 142 UMKM mitra binaan di wilayah operasionalnya sebagai bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Jumat (23/1/2026).

Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Materi pelatihan mencakup pengelolaan usaha, pemasaran digital, manajemen keuangan, pengembangan ide bisnis kreatif, hingga peningkatan mutu produk dan kemasan. Melalui pendekatan tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Sejumlah pelatihan yang digelar antara lain Digital Marketing dalam Peningkatan Produktivitas Penjualan UMKM, UMKM Maju Bersama Naksir UMKM: Naik Kelas dan Profiling, Pelatihan Cuan Emas, serta Usaha Tumbuh: Strategi Pintar Kelola Modal UMKM. Selain itu, PT Timah Tbk juga menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pelaporan Keuangan Sederhana guna meningkatkan literasi keuangan pelaku usaha.

Dalam pelaksanaannya, PT Timah Tbk berkolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya sebagai narasumber. Department Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, menyatakan bahwa program ini bertujuan menciptakan UMKM yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing.

“Melalui peningkatan kompetensi, UMKM diharapkan mampu mengakses pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah produk, serta berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Peserta pelatihan menyambut positif kegiatan ini karena dinilai memberikan manfaat nyata. Salah satunya Serli Heryani Brand, pemilik usaha Mama Naya Bolen, yang mengaku memperoleh pemahaman baru terkait pengelolaan keuangan usaha secara sederhana dan terpisah dari keuangan pribadi.

Sementara itu, narasumber pelatihan, Dr. Nizwan Zukhri, S.E., M.M., menilai manajemen keuangan masih menjadi tantangan utama UMKM. Menurutnya, pelatihan semacam ini penting agar pelaku usaha dapat mengetahui kondisi laba dan rugi usahanya secara jelas. (MK/*).

Sumber: Humas PT Timah Tbk.