DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

BPS Rilis IHK April 2026, Inflasi Pangkalpinang Masih Stabil

PANGKALPINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang mempublikasikan laporan terbaru terkait perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk periode April 2026. Rilis tersebut disampaikan dalam kegiatan resmi yang digelar di kantor BPS setempat, Senin (4/5/2026).

Kepala BPS Pangkalpinang, Dewi Savitri, menjelaskan bahwa pada April 2026 terjadi kenaikan harga (inflasi) sebesar 0,23 persen secara bulanan (month-to-month). Sementara secara tahunan (year-on-year) tercatat sebesar 0,79 persen, dan secara kumulatif tahun berjalan (year-to-date) sebesar 0,11 persen.

Ia mengungkapkan bahwa sektor transportasi menjadi faktor utama pendorong inflasi bulan ini dengan kontribusi mencapai 0,30 persen. Komoditas yang dominan memicu kenaikan tersebut antara lain tarif angkutan udara, harga sawi hijau, serta sepeda motor.

Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga (deflasi), di antaranya daging ayam ras, cumi-cumi, dan ikan selar.

Secara tahunan, kelompok transportasi juga tercatat sebagai penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,46 persen. Selain itu, komoditas seperti daging ayam ras, tarif penerbangan, serta emas perhiasan turut memberikan kontribusi terhadap inflasi tahunan.

Mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako, Juhaini, menegaskan bahwa data statistik yang dirilis BPS memiliki peran strategis dalam penyusunan kebijakan daerah.

Menurutnya, angka-angka tersebut mencerminkan kondisi riil di lapangan sekaligus menjadi pijakan penting dalam menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi hingga media, guna memastikan kebijakan yang diambil berjalan optimal.

“Data ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar perumusan kebijakan ke depan,” ujarnya. (MK/*)