DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Dari Pencegahan hingga Rehabilitasi, PT Timah Tbk Tingkatkan Perlindungan Kesehatan Pekerja

BANGKA — Penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor pertambangan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan. Untuk itu, PT Timah Tbk terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan melalui penerapan Health, Safety, and Environment (HSE) di seluruh lini operasional perusahaan. Selasa (12/5/2026).

Sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan MIND ID, PT Timah Tbk menjalankan berbagai program kesehatan kerja terpadu yang terintegrasi dengan Occupational Health–Industrial Hygiene (OH-IH). Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan produktivitas pekerja sekaligus meminimalkan risiko kesehatan di lingkungan kerja.

Melalui program OH-IH, perusahaan menargetkan penurunan angka kehilangan hari kerja akibat sakit atau absence severity rate (ASR), menekan jumlah pekerja dengan kondisi kesehatan berisiko tinggi, mencegah penyakit akibat kerja (PAK), hingga menghindari fatalitas akibat penyakit tenaga kerja.

Upaya tersebut diawali dengan pelaksanaan Health Risk Assessment (HRA) guna memetakan berbagai potensi bahaya di area kerja, mulai dari kebisingan, debu, paparan bahan kimia, posisi kerja, hingga risiko biologis seperti bakteri. Pemeriksaan lingkungan kerja juga dilakukan secara berkala, baik secara internal maupun eksternal, untuk memastikan potensi risiko kesehatan dapat teridentifikasi secara tepat.

“Pemetaan lingkungan kerja tersebut menjadi dasar penyusunan matriks medical check-up (MCU) bagi karyawan. Para pekerja dengan risiko paparan tertentu mendapatkan pemeriksaan tambahan seperti audiometri, spirometri, hingga biomonitoring,” kata Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan.

Selain itu, perusahaan juga melaksanakan berbagai program promotif dan preventif seperti webinar kesehatan kerja, pelatihan P3K, pemeriksaan Fit for Task (FFT), pengukuran tingkat kelelahan pekerja melalui Fatigue Assessment Scale (FAS), hingga skrining kesehatan mental dengan metode DASS-21.

Pada aspek kuratif, PT Timah Tbk menyediakan fasilitas kesehatan awal berupa kotak P3K dan ruang Hiperkes di delapan wilayah operasional perusahaan. Sementara dalam aspek rehabilitatif, perusahaan melakukan pemantauan kesehatan pekerja yang menjalani cuti sakit agar proses pemulihan berjalan optimal sebelum kembali bekerja. (MK/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.