DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Sambut Tahun Baru Islam, Tabligh Akbar di Pangkalpinang Gaungkan Muhasabah dan Persatuan

Oplus_131072

PANGKALPINANG – Semangat hijrah dan introspeksi diri mewarnai pelaksanaan Tabligh Akbar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang berlangsung di Masjid Istiqrob, Jerambah Gantung, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan keagamaan yang mengusung tema Nilai-nilai Hijrah, Muhasabah dan Memperkuat Karakter Umat itu menjadi ruang bagi umat Islam untuk merenungi perjalanan hidup, memperbaiki kualitas keimanan, sekaligus mempererat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna.

Dalam sambutannya, Saparudin menegaskan bahwa pergantian tahun dalam kalender Hijriah tidak semata-mata dimaknai sebagai perubahan angka, tetapi harus menjadi momen evaluasi spiritual bagi setiap muslim. Menurutnya, nilai hijrah harus tercermin dalam perubahan sikap menuju pribadi yang lebih baik.

Ia menekankan bahwa semangat berhijrah bukan hanya tentang meningkatkan hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah, tetapi juga bagaimana membangun hubungan yang harmonis dengan sesama manusia.

“Momentum Muharram harus menjadi pengingat bagi kita untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan memperbanyak amal kebaikan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Pangkalpinang, lanjut Saparudin, terus mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang mampu memperkuat pembinaan moral dan spiritual masyarakat. Ia menilai penanaman nilai agama sejak usia dini sangat penting agar generasi muda tumbuh dengan karakter yang kuat dan akhlak yang baik.

Menurutnya, generasi muda merupakan aset masa depan yang perlu dibekali dengan pondasi keimanan agar mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta memperkuat tali silaturahmi. Baginya, kegiatan keagamaan seperti tabligh akbar bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah mempererat ukhuwah Islamiyah.

Pada kesempatan yang sama, Saparudin turut menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jamaah haji asal Kota Pangkalpinang yang kembali ke tanah air dengan selamat. Meski demikian, ia juga menyampaikan kabar duka atas wafatnya satu jamaah haji setelah kembali dari Tanah Suci.

Ia berharap datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah mampu membawa semangat baru bagi seluruh masyarakat untuk terus berbenah menjadi pribadi yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Istiqrob, Ustaz Heriyadi Ishak, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah serta tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia juga memohon pengertian apabila masih terdapat kekurangan, mengingat kondisi masjid yang masih dalam tahap penyempurnaan.

“Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan bertemu kembali di tahun baru Islam ini. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan untuk kita semua,” ungkapnya.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan tausiyah dari KH M Ali Wafa yang mengupas makna hijrah sebagai proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, pentingnya muhasabah, serta penguatan karakter umat Islam di tengah tantangan zaman. (MK/*)