DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR
DESKRIPSI_GAMBAR

Pembangunan USB SMPN 11 Pangkalpinang Dimulai, Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Pendidikan

MATAKASUS.COM, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai merealisasikan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMP Negeri 11 Pangkalpinang di kawasan eks Terminal Selindung. Pembangunan tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama pada Rabu (2/9/2026).

Pembangunan sekolah baru ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memenuhi kebutuhan sarana pendidikan yang terus berkembang seiring bertambahnya jumlah penduduk di Kota Pangkalpinang.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menilai keberadaan SMPN 11 sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Menurutnya, pertumbuhan penduduk secara otomatis akan berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan tempat belajar bagi anak-anak usia sekolah.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah Pemkot Pangkalpinang yang membangun dua sekolah menengah pertama baru, yakni SMPN 11 dan SMPN 12.

Namun, Hidayat mengingatkan agar pembangunan infrastruktur pendidikan tidak berhenti pada tersedianya bangunan sekolah. Ketersediaan tenaga pendidik juga harus dipastikan sejak awal agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal.

“Jangan sampai gedung sudah selesai, guru tidak ada. Ini yang sangat berbahaya,” tegasnya.

Menurut Hidayat, kebutuhan tenaga pengajar membutuhkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemkot Pangkalpinang. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan sekolah baru memiliki guru yang cukup sekaligus berkualitas.

Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menjelaskan pembangunan SMPN 11 dilakukan secara bertahap. Sekolah tersebut diproyeksikan menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan ruang belajar di wilayah Pangkalpinang.

Pada tahap awal, SMPN 11 direncanakan memiliki tiga rombongan belajar dengan kapasitas sekitar 100 peserta didik. Pemkot menargetkan sekolah sudah dapat digunakan dan menerima siswa baru pada tahun depan.

“Yang penting tahun depan sudah bisa belajar dan menerima murid baru,” ujarnya.

Saparudin mengatakan, setelah pembangunan tahap awal selesai, pemerintah daerah akan mengupayakan penambahan ruang belajar melalui koordinasi dan pengajuan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Persoalan tenaga pendidik juga menjadi perhatian Pemkot. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi, termasuk membuka kemungkinan optimalisasi tenaga P3K yang memiliki kompetensi dan latar belakang pendidikan.

Selain itu, Pemkot Pangkalpinang juga menyiapkan langkah melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) guna mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar di sekolah tersebut.

Dengan pembangunan SMPN 11, pemerintah berharap kapasitas layanan pendidikan di Pangkalpinang dapat terus diperluas sekaligus mengikuti dinamika pertumbuhan penduduk dan kebutuhan masyarakat. (/*)