DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Pemkot Pangkalpinang Matangkan Strategi Perang Melawan Narkoba dari Sekolah hingga Kelurahan

Oplus_131072

PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat langkah preventif dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan mengedepankan pendekatan edukatif dan partisipatif di tengah masyarakat. Rabu (17/6/2026).

Fokus penguatan tersebut diarahkan pada pembentukan kesadaran sejak usia dini melalui dunia pendidikan serta optimalisasi peran lingkungan masyarakat melalui program Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba).

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, saat menerima kunjungan dan audiensi Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) dalam agenda percepatan implementasi program pencegahan narkoba.

Menurut Saparudin, ancaman narkotika tidak bisa dipandang sebagai persoalan penegakan hukum semata. Penanganannya harus dimulai dari pembangunan kesadaran kolektif, terutama pada generasi muda yang rentan menjadi target peredaran narkoba.

Salah satu langkah konkret yang akan diperkuat adalah penerapan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Program ini diharapkan mampu membangun pemahaman siswa tentang bahaya narkoba sejak dini.

“Pencegahan harus dimulai sebelum penyalahgunaan terjadi. Edukasi di sekolah menjadi fondasi penting agar anak-anak memiliki kesadaran dan keberanian untuk menjauhi narkoba,” ujarnya.

Selain sektor pendidikan, Pemkot Pangkalpinang juga menilai peran masyarakat di tingkat kelurahan sangat vital. Melalui program Kelurahan Bersinar, warga didorong menjadi garda terdepan dalam mendeteksi, mencegah, dan melawan peredaran narkoba di lingkungannya masing-masing.

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan BNN RI, Irjen Pol. M.Z. Muttaqien, memberikan apresiasi atas komitmen yang ditunjukkan Pemkot Pangkalpinang. Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkoba harus berjalan beriringan dengan pendekatan kemanusiaan.

Ia menilai korban penyalahgunaan narkotika tidak seharusnya selalu mendapat stigma negatif, sebab mereka tetap memiliki peluang untuk pulih melalui rehabilitasi dan kembali menjalani kehidupan secara produktif.

Dengan sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, aparat, dan masyarakat, Pemkot Pangkalpinang berharap tercipta ekosistem yang lebih kuat dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba yang kian kompleks. (MK/*)