DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR
DESKRIPSI_GAMBAR

PT Timah Tbk Kembangkan TINS Batik Kundur, Angkat Pesona Kekayaan Alam Pulau Lewat Karya Batik

MATAKASUS.COM, KARIMUN — Kekayaan alam dan kearifan lokal Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, kini menemukan ekspresi baru melalui karya seni batik. Melalui pengembangan TINS Batik Kundur, kreativitas masyarakat setempat dirangkai menjadi produk budaya bernilai ekonomi sekaligus identitas khas daerah. Kamis (6/11/2026).

PT Timah Tbk turut mengambil peran dalam mendorong tumbuhnya industri kreatif masyarakat melalui program pemberdayaan yang diawali dengan pelatihan membatik pada 2025. Program tersebut melibatkan perwakilan dari enam desa di Pulau Kundur, masing-masing mengirimkan dua peserta untuk memperoleh keterampilan membatik.

Sumiati, warga Desa Gemuruh sekaligus anggota kelompok TINS Batik Kundur, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan. Berbekal pengalaman menjahit selama empat tahun, ia kini memiliki keterampilan baru yang membuka peluang usaha dan ruang kreativitas.

“Kami difasilitasi PT Timah. Awalnya ada pelatihan pada 2025. Sekarang kami terus belajar dan mengembangkan batik. Biasanya setiap Sabtu kami membatik,” ungkapnya.

Hasil karya kelompok tersebut mulai mendapat sambutan masyarakat. Kain dan pakaian batik produksi mereka telah terjual, menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas.

“Alhamdulillah, sudah ada yang membeli kain dan baju hasil batik kami. Itu yang membuat kami semakin semangat. Kadang dalam satu hari kami sudah bisa menyelesaikan proses mencanting,” katanya.

Keistimewaan TINS Batik Kundur terletak pada motif yang merepresentasikan kekayaan alam dan budaya setempat, seperti siput, siput betina, sagu perayun, ikan, bunga kundur, jong, dan udang. Produk ini dikembangkan melalui teknik canting dan cap, dengan rencana inovasi ecoprint ke depan.

Ketua Kelompok TINS Batik Kundur, Arman, mengapresiasi dukungan PT Timah Tbk, mulai dari pelatihan, penyediaan kain dan pewarna hingga fasilitasi keikutsertaan dalam pameran di Karimun.

“Kami berharap Batik Kundur semakin dikenal, bukan hanya oleh masyarakat Kundur, tetapi juga masyarakat di luar Kundur. Semoga ke depan kelompok ini semakin berkembang,” harapnya.

Ia juga berharap pendampingan perusahaan terus berlanjut, terutama untuk meningkatkan keterampilan, inovasi produk, dan memperluas jangkauan pemasaran.

Melalui inisiatif ini, TINS Batik Kundur diharapkan tumbuh menjadi representasi kebanggaan budaya Pulau Kundur sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif yang berkelanjutan bagi masyarakat. (/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.