DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Pemkab Bateng Gelar Sosialisasi KUR dan Salurkan Bantuan Peralatan untuk UMKM

Oplus_131072

KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop-UKM) kembali memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro. Pada Senin (08/12/2025), Disperindagkop-UKM Bateng menyelenggarakan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama Bank Sumsel Babel yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan peralatan usaha bagi sejumlah UMKM.

Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, membuka kegiatan tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ruang tumbuh yang lebih baik bagi pelaku UMKM. Ia menyebutkan bahwa hingga kini terdapat 25.972 UMKM aktif di Bangka Tengah yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

“Dengan jumlah UMKM sebanyak itu, pemerintah daerah harus memastikan iklim usaha tetap kondusif dan berkelanjutan. Kami terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung, baik dari sisi permodalan, pendampingan, maupun fasilitas lainnya,” ujar Wabup.

Ia menambahkan bahwa kehadiran pihak Bank Sumsel Babel pada kesempatan tersebut memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk mengenal lebih jauh persyaratan, prosedur, dan manfaat KUR. “Mudah-mudahan sosialisasi ini membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya,” tambahnya.

Wabup juga menyampaikan pesan dari Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, yang berhalangan hadir. Dalam pesannya, Bupati berharap peralatan usaha yang diberikan dapat dijaga dan digunakan secara optimal. “Beliau berpesan agar bantuan ini dirawat, tidak dijual, dan dimanfaatkan sebaik mungkin agar bantuan serupa dapat terus diberikan kepada pelaku UMKM di wilayah lainnya,” kata Wabup.

Kepala Disperindagkop-UKM Bateng, Irwandi, menuturkan bahwa bantuan peralatan kali ini diberikan kepada 10 kelompok UMKM dari beberapa kecamatan. Jenis peralatan yang disalurkan beragam, mulai dari alat produksi kue hingga perlengkapan bengkel yang membutuhkan instalasi listrik atau gas.

“Kami berharap peralatan ini benar-benar memberi nilai tambah bagi usaha penerima. Mohon tidak dipindahtangankan ataupun dijual. Pemerintah sudah memberikan dorongan, tinggal bagaimana pelaku usaha memaksimalkannya,” tegas Irwandi.

Ia menjelaskan bahwa proses verifikasi dilakukan bersama DPRD Bateng sebagai bentuk penyerapan aspirasi masyarakat. Setelah distribusi bantuan, pihaknya akan melakukan monitoring lanjutan tiga bulan ke depan untuk menilai efektivitas penggunaan peralatan dan dampaknya terhadap peningkatan ekonomi penerima.

Selain bantuan fisik, Irwandi menyoroti pentingnya legalitas usaha sebagai syarat pengembangan UMKM. Ia mengajak pelaku usaha di Bangka Tengah segera mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, hingga sertifikat halal—baik reguler maupun self-declare—yang saat ini sedang didata untuk difasilitasi pemerintah.

“Persyaratannya mudah, hanya perlu kartu identitas. Setelah itu kami siap membantu prosesnya sampai selesai. Karena tanpa legalitas, UMKM akan sulit naik kelas, bahkan untuk masuk pasar ekspor sekalipun,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Bangka Tengah berharap pelaku UMKM semakin terfasilitasi, baik dari sisi permodalan maupun kelengkapan usaha, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara lebih merata. (MK/*)