Proyek Kampus UBB Diduga Tersendat, Progres Belum Sentuh 70 Persen Saat Kontrak Hampir Berakhir

Matakasus.com|Bangka Belitung – Aktivitas pembangunan fasilitas di kawasan kampus Universitas Bangka Belitung (UBB) kini menjadi perhatian publik. Proyek yang seharusnya memperkuat sarana pendidikan tersebut diduga mengalami keterlambatan progres yang cukup signifikan menjelang berakhirnya masa kontrak kerja. Kamis (5/3/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian bangunan terlihat masih berada pada tahap pengerjaan dasar. Beberapa struktur bahkan belum menunjukkan perkembangan signifikan, sementara waktu pelaksanaan proyek terus bergerak menuju batas akhir kontrak yang telah ditetapkan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai kinerja pihak pelaksana proyek maupun pengawasan dari pihak terkait.
Sejumlah pihak yang memantau pekerjaan tersebut menyebutkan bahwa capaian pembangunan hingga saat ini diperkirakan belum mencapai 70 persen. Padahal, sisa waktu pelaksanaan dinilai semakin sempit.

“Kalau melihat kondisi fisik di lokasi, progresnya diperkirakan belum sampai 70 persen. Sementara kontrak hampir habis. Ini tentu harus menjadi perhatian,” ujar salah satu sumber yang mengikuti perkembangan proyek tersebut, Kamis (5/3/2026).

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran proyek pembangunan fasilitas pendidikan tersebut berpotensi tidak selesai sesuai jadwal yang telah direncanakan. Apabila tidak segera dilakukan percepatan pekerjaan, bukan tidak mungkin proyek tersebut akan mengalami keterlambatan bahkan berisiko mangkrak.

Sorotan juga mengarah pada pihak kontraktor sebagai pelaksana kegiatan serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang memiliki tanggung jawab dalam pengendalian dan pengawasan proyek.
Publik mempertanyakan sejauh mana evaluasi terhadap kinerja kontraktor dilakukan, serta langkah apa yang akan diambil apabila target progres tidak terpenuhi sesuai ketentuan kontrak.

Selain itu, transparansi terkait penggunaan anggaran proyek juga menjadi tuntutan masyarakat. Mengingat pembangunan fasilitas pendidikan di lingkungan kampus seharusnya dikelola secara akuntabel dan terbuka, sehingga masyarakat dapat mengetahui sejauh mana realisasi pekerjaan yang telah dibiayai oleh anggaran negara.

Proyek ini sebelumnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan bagi mahasiswa serta civitas akademika Universitas Bangka Belitung. Namun, lambannya perkembangan pekerjaan di lapangan justru memunculkan berbagai tanda tanya.

Masyarakat pun mendesak agar pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai kondisi proyek tersebut, termasuk rincian progres pekerjaan, kendala yang dihadapi, serta langkah percepatan yang akan dilakukan.

Hingga berita ini disusun, pihak kontraktor pelaksana maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan pembangunan tersebut.
Apabila situasi ini tidak segera mendapat perhatian serius, dua proyek pembangunan di kawasan kampus Universitas Bangka Belitung tersebut dikhawatirkan tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal kontrak yang telah ditetapkan. (AND/*)