DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

PT Timah Tbk Dukung Pembangunan Asrama Santri di Ponpes Al-Mansyur Bangka

BANGKAPT Timah Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya di sektor pendidikan. Senin (27/4/2026).

Kali ini, perusahaan menyerahkan bantuan untuk pembangunan asrama santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Mansyur yang berlokasi di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Kamis (23/4/2026). Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kenyamanan serta kelancaran proses belajar para santri.

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Mansyur sendiri telah berdiri sejak 2011 dan dikenal aktif mencetak hafidz dan hafidzah di Bangka Belitung. Seiring perkembangan waktu, lembaga ini terus melakukan pengembangan pendidikan dari berbagai jenjang.

Ketua Yayasan Al-Mansyur, Ali Mutakin, menyampaikan bahwa perjalanan pesantren dimulai dari skala kecil hingga berkembang seperti saat ini.

“Kami memulai sejak 2011, dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) kecil, lalu PAUD, kemudian Sekolah Dasar (SD), hingga bisa seperti sekarang Sekolah Menengah Pertama (SMP),” katanya.

Ali juga mengungkapkan, bantuan dari PT Timah Tbk bukanlah yang pertama diterima pihaknya. Sebelumnya, perusahaan juga pernah memberikan dukungan pada 2017 saat pembangunan SDIT Al-Mansyur.

“Ini bukan kali pertama kami menerima bantuan dari PT TIMAH. Kami pernah mendapatkan bantuan serupa pada 2017, waktu membangun SDIT Al-Mansyur,” ucapnya.

Menurut Ali, berbagai program TJSL yang dijalankan PT Timah Tbk telah memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di wilayah lingkar tambang, mulai dari pemberian beasiswa, program magang, hingga pembangunan infrastruktur pendidikan.

“Dalam telaah saya, tingginya Angka Putus Sekolah (APS) di Bangka Belitung tidak disebabkan pada minat peserta didik yang minim, melainkan dari aksesibilitas mereka yang memang sulit untuk bersekolah. Saya banyak menemukan orang putus sekolah bukan karena mereka malas, tapi karena mereka tidak punya cukup biaya. Kami sendiri konsisten memberikan beasiswa kepada 20 hafidz dan hafidzah di setiap tahun,” katanya.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor korporasi, terus mengalir agar pengembangan pesantren dapat berjalan lebih optimal.

“Bantuan dari PT TIMAH sangat berarti bagi kami,” tutupnya. (MK/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.