DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

PT Timah Tbk dan The Tanggokers Perkuat Konservasi Ikan Endemik Bangka

Matakasus.com, PangkalpinangPT Timah Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati melalui berbagai program berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menjalin kolaborasi dengan Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung (The Tanggokers) untuk mendukung riset serta penerbitan buku Biodiversitas Ikan Tempalak (Wild Betta) Endemik Pulau Bangka. Senin (6/7/2026).

Buku tersebut mengulas tiga spesies ikan tempalak endemik Pulau Bangka, yakni Betta burdigala, Betta chloropharynx, dan Betta schalleri. Ketiga spesies ini telah masuk dalam kategori terancam punah berdasarkan daftar merah IUCN (IUCN Red List).

Selain memuat informasi mengenai ciri-ciri setiap spesies, buku ini juga membahas persebaran, habitat alami, serta pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem tempat ikan-ikan tersebut hidup. Kehadirannya diharapkan menjadi referensi ilmiah sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian biodiversitas lokal.

Dewan Pembina Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung, Swarlanda Gusti, mengatakan PT Timah Tbk memberikan dukungan dalam proses penyusunan buku melalui fasilitasi kegiatan penelitian serta pembangunan kolam-kolam mini yang dimanfaatkan sebagai media konservasi dan pengembangbiakan ikan endemik Pulau Bangka.

“Berkat dukungan PT Timah, kami dapat memperkuat upaya penelitian sekaligus konservasi ikan endemik. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga kekayaan hayati Bangka Belitung,” ujar Swarlanda saat menyerahkan buku kepada PT Timah Tbk, Jumat (3/7/2026).

Ia berharap buku tersebut dapat didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia agar semakin banyak masyarakat mengenal kekayaan ikan endemik Pulau Bangka dan ikut berperan dalam menjaga kelestariannya.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur PT Timah bersedia bekerja sama dan mendukung yayasan kami. Kami berharap kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut sehingga upaya pelestarian ikan endemik di Bangka Belitung semakin berkembang,” katanya.

Ke depan, Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung juga tengah menyiapkan buku lanjutan yang akan mendokumentasikan berbagai nama lokal ikan yang digunakan masyarakat Bangka sebagai bagian dari upaya memperkaya literatur biodiversitas sekaligus melestarikan pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. (MK/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.