DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

PT Timah Tbk Perkuat Kepatuhan Mitra Lewat Bimbingan Teknis

Matakasus.com, BelitungPT Timah Tbk terus mendorong penguatan tata kelola perusahaan dengan meningkatkan kepatuhan dan standarisasi bagi perusahaan jasa pertambangan yang menjadi mitra usaha. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis Pedoman Pelaksanaan Aspek Standarisasi Usaha Jasa Pertambangan yang digelar di Grand Hatika Hotel, Tanjung Pandan, Belitung. Senin (6/7/2026).

Kegiatan ini diikuti para direktur perusahaan jasa pertambangan, mitra usaha, serta Penanggung Jawab Operasional (PJO) yang bekerja di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk. Bimbingan teknis menghadirkan Sub Koordinator Usaha Jasa Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Sari Taqwiem Ashra, sebagai narasumber.

Direktur Operasi PT Timah Tbk, Handy Geniardi, mengatakan penguatan tata kelola perusahaan harus didukung kepatuhan seluruh mitra terhadap regulasi dan standar yang berlaku. Menurutnya, terdapat lima fokus utama dalam kegiatan tersebut, yakni peningkatan kepatuhan terhadap regulasi dan kaidah teknik pertambangan yang baik, penguatan kolaborasi kemitraan, pemahaman kewajiban perusahaan jasa pertambangan, penerapan standarisasi serta evaluasi teknis di lapangan, dan peningkatan kompetensi peserta sebagai agen perubahan.

“Kelima aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun tata kelola pertambangan yang lebih baik, sehingga setiap kegiatan operasional dapat berjalan sesuai ketentuan, aman, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun para mitra usaha,” ujar Handy.

Ia menegaskan produktivitas perusahaan harus berjalan seiring dengan penerapan keselamatan kerja, kepatuhan terhadap hukum, serta perlindungan lingkungan. Menurutnya, sinergi yang kuat antara PT Timah Tbk dan mitra usaha menjadi faktor penting dalam mewujudkan perusahaan tambang timah berdaya saing global.

Sementara itu, Sari Taqwiem Ashra mengapresiasi langkah PT Timah Tbk yang aktif membina perusahaan jasa pertambangan. Menurutnya, masih terdapat mitra usaha yang belum memahami seluruh ketentuan dan kewajiban dalam kegiatan pertambangan. Ia berharap pembinaan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar kepatuhan terhadap regulasi, pengawasan operasional, penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik, serta target produksi dan zero fatality dapat tercapai secara optimal. (MK/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.