DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR
DESKRIPSI_GAMBAR

Kolaborasi Pemkot dan PT Arsari Tambang Group, Rumah Layak Huni Diserahkan kepada Warga

MATAKASUS.COM, PANGKALPINANG — Upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang mengurangi jumlah rumah tidak layak huni terus dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan Rumah Layak Huni kepada Usman, warga Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Selasa (22/9/2026).

Bantuan tersebut diserahkan Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin dan merupakan hasil kerja sama Pemkot Pangkalpinang dengan PT Arsari Tambang Group melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Program itu tidak sebatas membangun rumah, tetapi turut dilengkapi sarana sanitasi dan sejumlah fasilitas penunjang untuk menunjang kebutuhan penerima bantuan.

Saparudin mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya menangani persoalan rumah warga yang belum memenuhi standar kelayakan. Berdasarkan pendataan, masih terdapat sekitar 2.000 unit rumah yang masuk kategori tidak layak huni di Kota Pangkalpinang. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 unit ditargetkan mendapatkan perbaikan pada tahun ini.

Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Arsari Tambang Group yang turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat. Menurutnya, dukungan melalui CSR perusahaan juga telah diarahkan untuk pembangunan toilet umum serta bantuan bagi rumah ibadah, termasuk masjid dan gereja.

“Kami mendukung program bantuan rumah layak huni dari PT Arsari Tambang Group melalui tanggung jawab sosial perusahaan. Pemerintah Kota Pangkalpinang juga telah mengajukan proposal, dan Alhamdulillah mendapat dukungan untuk membantu masyarakat,” ujar Saparudin.

Menurut Saparudin, kerja sama pemerintah dengan sektor swasta merupakan bagian penting dalam memperluas jangkauan pembangunan. Keterlibatan dunia usaha dinilai dapat membantu pemerintah memberikan manfaat pembangunan kepada masyarakat secara lebih luas.

“Penyerahan Rumah Layak Huni kepada Pak Usman ini menjadi salah satu bentuk konkret dari komunikasi dan pengajuan proposal yang dilakukan Pemerintah Kota Pangkalpinang agar dana CSR dapat dirasakan dan dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, penanganan rumah tidak layak huni dilaksanakan secara bertahap dengan mengoptimalkan sejumlah sumber pembiayaan. Selain APBD Kota Pangkalpinang, pemerintah juga memanfaatkan dukungan pemerintah pusat, CSR perusahaan, Baznas, serta sumber bantuan lainnya.

“Persoalan rumah tidak layak huni ini tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Kita perlu berkolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, Baznas, dan berbagai pihak lainnya,” jelasnya.

Di sisi lain, Saparudin mengingatkan bahwa pembangunan kota tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga kebersihan, penghijauan, serta kelestarian lingkungan di kawasan permukiman.

Ia meminta lurah, camat, RT dan RW mengajak masyarakat menanam pohon di lingkungan tempat tinggal, terutama menjelang datangnya musim penghujan.

“Saya meminta lurah, camat, RT dan RW untuk menggerakkan masyarakat menanam pohon di sekitar rumah dan lingkungan permukiman. Ini penting untuk menjaga lingkungan, terlebih kita akan memasuki musim penghujan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Suharto Bartholomeus, Camat Gerunggang Ricard Syam, Lurah Air Kepala Tujuh Randra Satiawan, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Agustu Efendi, jajaran PT Arsari Tambang Group, serta tokoh masyarakat. (/*)