DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Kain Cual Bercerita di Panggung Seni, PT Timah Dukung Seniman Bangka Barat

MATAKASUS.COM, BANGKA BARAT — Warisan budaya tidak sekadar tersimpan dalam lembaran sejarah, tetapi terus menemukan maknanya ketika dihidupkan melalui kreativitas. Semangat itulah yang tergambar dalam pementasan seni bertajuk “Tafsir Perjalanan dan Asa Kain Cual” di Wisma Majapahit PT Timah, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu malam (29/8/2026).

Pementasan yang melibatkan sejumlah pelaku seni lokal tersebut mengangkat kain cual dari perspektif sejarah, kebudayaan, serta filosofi yang melekat di dalamnya. Dukungan PT Timah Tbk turut memberikan ruang yang representatif bagi seniman Bangka Barat untuk menampilkan gagasan dan karya kreatif kepada masyarakat.

Show Director, Junaidi Rahim, mengatakan pertunjukan tersebut berangkat dari hasil riset sejarah yang mengidentifikasikan Mentok sebagai salah satu wilayah awal berkembangnya teknik menenun kain cual.

“Bertajuk ‘Tafsir Perjalanan dan Asa Kain Cual’, kami ingin mengangkat sejarah dan kisah perjalanan kain cual melalui sebuah pertunjukan seni,” kata Junaidi.

Menurutnya, seni pertunjukan menjadi medium strategis untuk memperkenalkan kembali sejarah dan nilai budaya kain cual, terutama kepada generasi muda.

Junaidi menilai dukungan PT Timah Tbk menjadi bagian penting dalam terselenggaranya pementasan tersebut. Kehadiran gedung yang representatif dinilai membuka kesempatan bagi seniman lokal, termasuk generasi muda, untuk memperlihatkan kreativitas mereka.

“Kami berharap ke depan PT Timah tidak hanya mendukung, tetapi juga dapat menggelar kegiatan-kegiatan serupa. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Timah yang telah membantu memfasilitasi upaya mengangkat kembali akar budaya yang selama ini mungkin terpendam. PT Timah peduli budaya,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman. Ia menilai pengangkatan kain cual melalui seni pertunjukan merupakan langkah positif dalam memperkuat identitas budaya sekaligus memperluas ruang ekspresi bagi seniman daerah.

“Terlaksananya pertunjukan ini merupakan bentuk implementasi dari program Layanan Produksi Media untuk Penciptaan Karya Kreatif Inovatif dalam lingkup program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan atau Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,” ujar Yus.

Yus juga mengapresiasi keterlibatan PT Timah Tbk dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan sosial masyarakat di Bangka Barat. Menurutnya, Wisma Majapahit PT Timah telah beberapa kali menjadi ruang bagi pelaku seni untuk berkarya.

“Tidak hanya pertunjukan seni di sini, gedung ini juga sering digunakan oleh pelaku seni lainnya untuk menampilkan karya. Selain itu, PT Timah juga kerap membantu kegiatan adat dan sosial masyarakat, seperti HUT Bangka Barat, Perang Ketupat di Tempilang, Sedekah Kapong di Kundi, Dodol Bergema di Penyampak, dan masih banyak lagi,” katanya.

Ia menilai dukungan tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan PT Timah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perusahaan, tetapi juga turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk merawat tradisi dan mengembangkan kreativitas.

“Pokoknya PT Timah joss lah,” tutupnya. (/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.