DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

PT Timah Tbk Dukung Riset Ikan Endemik Bangka untuk Konservasi Betta Burdigala

PANGKALPINANGPT Timah Tbk terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan mendukung penelitian ikan endemik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati dan memperkuat program konservasi spesies lokal. Rabu (15/7/2026).

Dukungan tersebut diberikan kepada tim peneliti Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang yang tengah melaksanakan penelitian bertajuk Pengungkapan Biodiversitas Whole Genome dan Pengembangan Konservasi Ex-situ Sumber Daya Ikan Endemik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk Pelestarian Berkelanjutan. Penelitian yang telah memasuki tahun keempat ini juga melibatkan BRIN dan Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung (The Tanggokers).

Ketua Peneliti sekaligus Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Helmizuryani, S.Pi., M.Si., mengatakan dukungan PT Timah Tbk membantu kelancaran penelitian, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan lapangan.

“Alhamdulillah, PT TIMAH memberikan dukungan dalam penelitian ini sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Menurutnya, selama empat tahun penelitian, tim telah menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi serta menerbitkan dua buku mengenai ikan endemik Pulau Bangka.

Saat ini, penelitian difokuskan pada domestikasi dan pemijahan Betta burdigala, salah satu ikan endemik Bangka yang populasinya terus menurun. Penelitian tersebut bertujuan menemukan metode pemijahan terbaik melalui stimulasi hormon agar hasil budidaya dapat dimanfaatkan dalam program restocking di habitat alaminya.

“Kalau penelitian ini berhasil, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan restocking sehingga populasi ikan endemik ini bisa kembali meningkat,” ujarnya.

Helmizuryani menjelaskan, perubahan habitat, alih fungsi lahan, dan pencemaran lingkungan menjadi ancaman utama bagi kelestarian ikan endemik. Karena itu, ia mengapresiasi dukungan PT Timah Tbk terhadap upaya konservasi tersebut.

“Kalau upaya konservasi tidak dilakukan mulai sekarang, tinggal menunggu waktu saja ikan-ikan endemik ini akan punah, kita mengapresiasi peran PT TIMAH yang sudah memulai mendukung penelitian ini,” tegasnya.

Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Boby Muslimin, mengatakan Betta burdigala telah berstatus Critically Endangered atau terancam punah berdasarkan IUCN Red List. Menurutnya, konservasi melalui perlindungan habitat, budidaya, serta konservasi in-situ dan ex-situ perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi PT TIMAH sudah concern terhadap isu lingkungan khususnya ikan endemik. Karena ikan ini merupakan bagian dari kehidupan masyarakat dan budaya dan dibutuhkan dalam ekosistem lingkungan. Sehingga diperlukan upaya bersama untuk melakukan perlindungan serta konservasi baik in situ ataupun ex situ dan PT TIMAH sudah memulai itu,” tutupnya. (MK/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.

error: Content is protected !!