DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

PT Timah Tbk Perkuat Penanganan Karhutla, ERT Sudah 97 Kali Turun

MATAKASUS.COM, PANGKALPINANG — Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. PT Timah Tbk melalui Emergency Response Team (ERT) tercatat telah 97 kali turun langsung membantu penanganan karhutla sejak Januari hingga 25 Agustus 2026.

Respons tersebut tersebar di sejumlah wilayah, meliputi Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, hingga Kundur. Kehadiran tim tanggap darurat perusahaan dinilai turut mempercepat proses pemadaman, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering meningkatkan potensi munculnya titik api.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, mengapresiasi kontribusi PT Timah Tbk. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah semua stakeholder termasuk PT TIMAH sudah dipertemukan. PT TIMAH sangat luar biasa dalam membantu kami mempercepat pemadaman karhutla, terutama di musim El Nino Godzilla ini,” kata Budi.

PT Timah Tbk memiliki armada pemadam yang ditempatkan di sejumlah wilayah untuk memperpendek waktu respons. Koordinasi juga dilakukan melalui grup komunikasi Si Jago Merah Bangka Belitung sebagai sarana mempercepat penyampaian informasi ketika terjadi kebakaran.

Budi menilai keberadaan armada PT Timah Tbk telah memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam penanganan kebakaran di wilayah utara Kabupaten Bangka dan Bangka Barat.

“Jika semua stakeholder, baik BUMN, vertikal maupun pemerintah, sudah bersatu untuk membantu sesama, insyaallah kita akan lebih kuat dalam menghadapi cuaca atau musim El Nino Godzilla ini,” ujarnya.

Salah satu tantangan di lapangan adalah ketersediaan sumber air. Armada pemadam umumnya membawa empat hingga lima ton air. Ketika persediaan habis tanpa dukungan pasokan air di sekitar lokasi, pengisian ulang dapat memerlukan waktu 15 hingga 30 menit.

Karena itu, pola kerja kolaboratif menjadi penting. Pemerintah juga menggandeng Perumda Air Minum untuk membuka akses hidran di sejumlah titik guna mempercepat pengisian armada.

Budi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Mohon kepada seluruh masyarakat, stop, berhenti untuk jahil ataupun sengaja. Jangan usil,” tegasnya.

Ia berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan terus dipertahankan, bukan hanya ketika musim kemarau, mengingat karhutla berdampak terhadap kesehatan, kehidupan sosial, dan perekonomian masyarakat.

“Selanjutnya kita jangan sampai di musim El Nino ini saja, tetapi ke depannya juga kita tetap bersinergi karena ini adalah nyawa masyarakat kita. Di sini ada efek sosial dan ekonomi juga,” katanya. (Red/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.