DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR
DESKRIPSI_GAMBAR

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pemkot Pangkalpinang Jalankan Sejumlah Program Prioritas

MATAKASUS.COM, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai kebijakan strategis yang dilaksanakan sepanjang 2026. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), sejumlah program direalisasikan, mulai dari bantuan seragam dan biaya pendidikan, pembangunan sekolah baru, hingga perbaikan fasilitas pendidikan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang. Pemerintah daerah menargetkan agar akses pendidikan semakin merata, beban biaya sekolah bagi keluarga kurang mampu dapat berkurang, serta kualitas pembelajaran di setiap satuan pendidikan terus mengalami peningkatan.

Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah pemberian seragam sekolah gratis beserta bantuan pendidikan bagi 1.165 peserta didik tingkat PAUD, SD, dan SMP. Program tersebut diluncurkan pada Sabtu (26/9/2026) di Stadion Depati Amir.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Darwin, menjelaskan bahwa jenis bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing penerima.

Bagi siswa SMP, bantuan mencakup satu set seragam lengkap dengan topi, dasi, dan kaus kaki, serta tabungan pendidikan senilai Rp1 juta melalui Bank Sumsel Babel. Sementara siswa SD menerima seragam sekolah dan uang pembinaan sebesar Rp850 ribu. Adapun peserta didik PAUD memperoleh perlengkapan belajar berupa buku gambar, krayon, penghapus, dan pensil, disertai bantuan pendidikan sebesar Rp650 ribu.

Darwin menyebutkan, penerima bantuan harus memenuhi sejumlah ketentuan administrasi. Di antaranya tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), memiliki surat keterangan tidak mampu dari kelurahan, serta berdomisili di Pangkalpinang yang dibuktikan melalui dokumen kependudukan orang tua.

Selain memberikan dukungan langsung kepada peserta didik, Pemkot Pangkalpinang juga menyiapkan penambahan kapasitas sekolah negeri untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan ruang belajar seiring pertumbuhan penduduk.

Salah satu proyek yang sedang dikerjakan ialah pembangunan SMP Negeri 11 di kawasan Selindung, Kecamatan Gabek. Pembangunan ini dilakukan setelah pemerintah daerah menilai kebutuhan pendidikan di sejumlah wilayah, termasuk Gabek, Gerunggang, dan Bukit Intan.

Kehadiran sekolah baru tersebut dinilai penting lantaran SMP Negeri 7 yang selama ini melayani sebagian kawasan terkait belum mampu menampung seluruh lulusan sekolah dasar yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri.

Pembangunan SMP Negeri 11 ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Pemerintah berharap sekolah itu dapat mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2027.

Di sisi lain, rencana pembangunan SMP Negeri 12 di Kecamatan Gerunggang juga mulai dipersiapkan. Darwin menyampaikan, penyusunan Detail Engineering Design (DED) sekolah tersebut telah dimasukkan dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2026.

Pembangunan fisiknya direncanakan dimulai setelah anggaran 2027 disahkan, dengan target operasional pada Juli 2027. Sekolah tersebut nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat di kawasan Gerunggang, terutama Tuatunu, Kampak, dan Air Kepala Tujuh. Kebutuhan anggaran pembangunan satu unit SMP diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.

Pengembangan sekolah baru juga disertai program revitalisasi fasilitas pendidikan yang telah tersedia. Program ini merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang pelaksanaannya turut didukung pemerintah daerah.

Menurut Darwin, penentuan sekolah penerima revitalisasi dilakukan pemerintah pusat dengan mengacu pada data Dapodik. Informasi tersebut mencakup kondisi bangunan dan sarana prasarana sekolah, tingkat kerusakan, serta dokumentasi pendukung dari kondisi fisik di lapangan.

Dindikbud Kota Pangkalpinang berperan memantau kondisi sekolah sekaligus memastikan pembaruan data dilakukan sesuai keadaan sebenarnya. Data tersebut menjadi bagian penting dalam proses penilaian dan penetapan sekolah yang memenuhi persyaratan program.

Tak hanya berfokus pada infrastruktur dan bantuan biaya, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap peningkatan kemampuan tenaga pendidik. Pengembangan kompetensi guru dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, antara lain pelatihan, In House Training (IHT), lokakarya, dan seminar.

Pemerintah turut mendorong pembangunan ruang kelas baru serta pemenuhan kebutuhan sarana pendidikan, khususnya di wilayah yang mengalami peningkatan jumlah peserta didik. Kerja sama dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) juga dibuka untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pendidikan.

Melalui rangkaian program tersebut, Pemkot Pangkalpinang berupaya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya menyediakan akses lebih luas bagi masyarakat, tetapi juga didukung fasilitas yang memadai, tenaga pengajar berkualitas, serta bantuan bagi peserta didik yang membutuhkan. (/*)