DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Timah Tbk Tegaskan Kepedulian terhadap Lingkungan

PANGKALPINANG — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum bagi PT Timah Tbk untuk terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Melalui berbagai program pengelolaan lingkungan, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional, pelestarian ekosistem, dan kesejahteraan masyarakat. Jumat (5/6/2026).

Sebagai perusahaan yang menjalankan aktivitas pertambangan di sejumlah wilayah, PT Timah Tbk menerapkan prinsip Good Mining Practices dengan mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam setiap proses bisnis. Langkah tersebut diwujudkan melalui identifikasi risiko lingkungan, pengendalian dampak operasional, hingga upaya pencegahan pencemaran.

Salah satu program yang terus dijalankan adalah reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penghijauan kembali, tetapi juga diarahkan agar lahan bekas tambang dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. Sejumlah kawasan reklamasi bahkan telah berkembang menjadi sarana edukasi lingkungan, seperti Kampoeng Reklamasi Air Jangkang di Kabupaten Bangka dan Kampong Reklamasi Selinsing di Kabupaten Belitung Timur.

Selain itu, lahan pascatambang juga dimanfaatkan untuk kegiatan produktif masyarakat, termasuk budidaya ikan air tawar. Dalam aspek konservasi, PT Timah Tbk bekerja sama dengan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation sejak 2018 untuk penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran satwa liar. Sepanjang 2019 hingga 2025, tercatat sebanyak 3.169 satwa berhasil dikembalikan ke habitat alaminya.

“Keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, perusahaan terus memperkuat berbagai program pengelolaan lingkungan, reklamasi, konservasi, hingga pelestarian keanekaragaman hayati sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” ujar Department Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan.

PT Timah Tbk juga terus mengembangkan rehabilitasi ekosistem pesisir melalui program coral garden dan penanaman mangrove. Di bidang energi, perusahaan memperkuat langkah dekarbonisasi melalui pemanfaatan biodiesel B35/B40 yang kini mencakup sekitar 60,1 persen kebutuhan energi operasional, serta penggunaan energi surya di sejumlah lokasi operasional.

“Pengelolaan lingkungan bukan hanya tentang meminimalkan dampak operasional, tetapi juga bagaimana menghadirkan kembali fungsi ekologis dan sosial dari kawasan yang telah dikelola melalui program reklamasi dan rehabilitasi yang juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tambah Anggi. (MK/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.