DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

PT Timah Tbk Perkuat UMKM Batik Kundur, Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal

KUNDUR — Komitmen PT Timah Tbk dalam mendukung pembangunan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas usaha pertambangan, tetapi juga melalui program pemberdayaan yang mendorong tumbuhnya sektor ekonomi kreatif di daerah. Jumat (5/6/2026).

Salah satu langkah nyata tersebut dilakukan dengan mendampingi Rumah Batik Kundur, kelompok usaha binaan yang saat ini mengembangkan batik khas daerah sebagai identitas budaya sekaligus sumber ekonomi baru bagi masyarakat Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Timah Tbk, Ratih Mayasari, meninjau langsung kegiatan Rumah Batik Kundur dan berdialog dengan para pelaku UMKM yang terlibat dalam proses membatik.

“Saya mengapresiasi tim yang telah membantu memfasilitasi lahirnya UMKM baru yang bergerak di bidang batik khas Kundur. Ini membuktikan bahwa perusahaan tambang hadir bukan hanya untuk mengelola sumber daya alam, tetapi juga ikut menciptakan peradaban,” kata Ratih.

Menurut Ratih, pengembangan usaha batik tersebut diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

PT TIMAH akan mendampingi agar lahir pengrajin batik khas Kundur yang pertama kalinya ada di Kundur, sehingga nantinya dapat tumbuh besar, kuat, dan menjadi pilar ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Anggota Rumah Batik Kundur, Farhida Hanum, mengatakan kelompok tersebut tumbuh dari proses pembinaan yang dilakukan sejak awal oleh PT Timah Tbk. Para anggota yang sebagian memiliki keterampilan menjahit kemudian diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan membatik melalui berbagai pelatihan.

“Bisa dibilang semuanya dimulai dari nol. PT TIMAH yang mengumpulkan kami, ibu-ibu yang memiliki kemampuan menjahit, kemudian diberikan ruang untuk berkembang bersama membangun Batik Kundur,” katanya.

Saat ini, Rumah Batik Kundur mengembangkan berbagai motif yang terinspirasi dari kekayaan lokal, seperti siput khas Kundur, dedaunan, bunga, hingga bentuk geografis Pulau Kundur. Pengembangan produk masih difokuskan pada batik ecoprint dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.

Farhida berharap pendampingan dan pelatihan dapat terus berlanjut agar para anggota semakin terampil dan mampu menghasilkan produk batik yang memiliki daya saing serta dikenal lebih luas. (MK/*)

Sumber: Humas PT Timah Tbk.