DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Wakil Wali Kota Pangkalpinang Hadiri Wisuda Sarjana Unmuh Babel Angkatan XVII

PANGKALPINANG — Momentum wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik awal bagi para lulusan untuk menghadapi dunia nyata yang penuh tantangan. Pesan itu menjadi sorotan dalam Wisuda Sarjana Angkatan XVII Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Auditorium Sofyan Tsauri, Kamis (2/7/2026).

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan bahwa keberhasilan meraih gelar sarjana merupakan pencapaian membanggakan, tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi keluarga yang selama ini memberi dukungan penuh.

Menurut Dessy, para lulusan kini memasuki fase baru yang menuntut kesiapan mental, keberanian, serta kemampuan membaca peluang di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Ia berharap para wisudawan mampu menjadi generasi yang produktif dan membawa kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kelulusan ini adalah awal dari perjalanan baru. Teruslah berjuang, tetap rendah hati, dan jangan berhenti meningkatkan kemampuan,” ujar Dessy.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, , mengingatkan para lulusan agar tidak terjebak pada pola pikir bahwa proses belajar berakhir setelah wisuda.

Ia menilai perkembangan teknologi dan disrupsi global telah mengubah peta dunia kerja secara drastis. Banyak profesi lama mulai tergeser, sementara kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang adaptif semakin tinggi.

Abdul Mu’ti menekankan bahwa nilai akademik yang baik memang penting, tetapi bukan satu-satunya penentu kesuksesan. Karakter, integritas, kemampuan berkomunikasi, serta kemauan untuk terus belajar justru menjadi faktor utama untuk bertahan dan berkembang.

Menurutnya, generasi muda saat ini harus siap menghadapi kompetisi yang semakin kompleks dengan semangat belajar sepanjang hayat. Dengan bekal ilmu, karakter kuat, dan daya adaptasi tinggi, lulusan perguruan tinggi diyakini mampu menjawab tantangan masa depan. (MK/*)