DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Pantau Ketahanan Pangan Jelang Idul Adha, Wawako Pangkalpinang Tinjau Distribusi Beras dan Minyak dari Bulog

Oplus_131072

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan pemantauan langsung terhadap persediaan bahan pangan pokok di gudang Bulog Kota Pangkalpinang, Rabu (20/5/2026), guna memastikan kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha tetap terpenuhi.

Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda. Turut hadir Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Pertanian, hingga Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang.

Di lokasi, rombongan meninjau langsung kondisi gudang penyimpanan yang dipenuhi stok beras dan minyak goreng. Ketersediaan logistik tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Pangkalpinang dalam beberapa bulan ke depan, termasuk menghadapi momentum Iduladha.

Dessy mengatakan, pengecekan stok pangan menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di pasaran. Menurutnya, keberadaan cadangan pangan di Bulog sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Selain memastikan stok aman, Pemkot Pangkalpinang juga menyiapkan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat di seluruh kelurahan. Untuk Kota Pangkalpinang sendiri, kuota bantuan yang disiapkan mencapai sekitar 440 ton dan akan mulai disalurkan secara bertahap, diawali di wilayah Kecamatan Gabek.

“Bantuan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat penerima manfaat dan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, program bantuan pangan tersebut juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Menurut Dessy, capaian Kota Pangkalpinang yang berhasil menempati posisi kedua nasional dalam pengendalian inflasi dari 96 kota di Indonesia tidak terlepas dari sinergi antarinstansi serta kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Sementara itu, untuk perkembangan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional, Pemkot Pangkalpinang mengakui terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Namun demikian, lonjakan harga disebut masih dalam batas wajar dan belum berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat. (MK/*)