DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR DESKRIPSI_GAMBAR < DESKRIPSI_GAMBAR

Keributan di Tambang Timah Laut Tanjung Bunga Diduga Berujung Kekerasan, APH Diminta Usut Tuntas

Matakasus.com, Pangkalpinang – Aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) di kawasan Laut Tanjung Bunga, Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diduga diwarnai insiden keributan yang berujung pada dugaan tindak kekerasan, Sabtu malam (13/7/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber yang enggan disebutkan identitasnya, insiden tersebut diduga melibatkan seorang pengantar makanan yang biasa melayani kebutuhan para pekerja tambang dari ponton ke ponton dengan salah seorang pekerja TI.

Sumber menyebutkan, korban yang diketahui bernama Reno, warga Air Itam, diduga menjadi korban pemukulan oleh seorang pekerja tambang bernama Jep, warga Selapan. Peristiwa itu disebut bermula dari adu mulut saat korban mengantarkan makanan ke lokasi ponton, sebelum akhirnya diduga berujung pada aksi kekerasan fisik.

Masih berdasarkan keterangan sumber, ponton tempat insiden itu terjadi diduga merupakan ponton binaan CV Boba. Namun informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan agar diperoleh fakta yang utuh.

Untuk memperoleh informasi yang berimbang, media ini telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Louis, yang disebut sebagai pihak terkait dengan CV Boba.

Adapun isi konfirmasi yang disampaikan sebagai berikut:

“Selamat siang Pak Louis, izin konfirmasi. Berdasarkan informasi yang kami terima semalam, ada keributan antara pekerja TI dengan masyarakat yang mengantar makanan dari ponton ke ponton. Menurut informasi yang kami terima, ponton tersebut merupakan binaan CV Boba. Korban bernama Reno, warga Air Itam, sedangkan pekerja ponton bernama Jep, warga Selapan. Apakah informasi tersebut benar? Mohon tanggapan atas konfirmasi ini. Terima kasih atas kerja samanya.”

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Boba belum memberikan tanggapan ataupun klarifikasi atas konfirmasi yang telah disampaikan.

Menanggapi informasi tersebut, Ketua Tim9 Jejak Kasus Babel, Maulana, meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap.

“Kami meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan keributan dan dugaan tindak kekerasan yang terjadi di lokasi tambang tersebut. Jika benar ada korban pemukulan, maka pelaku harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Begitu juga apabila nantinya terbukti terdapat pelanggaran atau kelalaian dari pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas di lokasi tersebut, maka harus diberikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun seluruh proses harus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan berdasarkan hasil penyelidikan yang objektif,” tegas Maulana.

Media ini tetap berpegang pada prinsip jurnalistik yang berimbang dengan memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan. Apabila di kemudian hari pihak CV Boba maupun pihak terkait lainnya memberikan klarifikasi, tanggapan tersebut akan dimuat sebagai bagian dari pemenuhan hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. (MK/*)

error: Content is protected !!